Bank Dunia: Perekonomian Indonesia Cukup Bagus

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Perwakilan Bank Dunia (The World Bank) menilai saat ini kondisi perekonomian Indonesia dapat dikatakan cukup bagus, hal itu berdasarkan pendapatan perkapita masyarakat telah bergeser ke menegah atas di banding India, Nigeria, Philipina dan Mesir yang masih menengah.

"Hal tersebut kami dapatkan setelah melakukan validasi data ekonomi melalui Forum General Discussion (FGD) bersama pelaku usaha Jawa Timur. Beberapa poin yang kami perkirakan ternyata memang terjadi di lapangan. Intinya, analisa kami sudah ada pada arah yang tepat," kata Lead Economist The World Bank Habib Rab, Rabu (1/5) melalui keterangan tertulisnya.

Baca juga: Pemerintah Akui Perekonomian Indonesia Tertinggal dari Malaysia

Habib Rab menjelaskan, Bank Dunia sedang melakukan studi komprehensif tentang pertumbuhan ekonomi jangka panjang di Indonesia, termasuk di sektor swasta, diantaranya sektor manufaktur, jasa hingga perpajakan.

"Untuk mendorong pertukaran ide yang produktif dan mendapatkan wawasan berharga dari sektor swasta, maka masukan dari Kadin terkait studi ini apakah sesuai dengan kenyataan atau ada hal yang bisa didapatkan sebagai umpan balik untuk mempertajam analisa dan data," katanya.

Menurut Rab, penting untuk tetap melakukan konsultasi terhadap sektor swasta agar analisa yang dilakukan lebih tajam sehingga data tidak hanya bercerita tetapi juga berbicara tentang realita yang ada di lapangan.

"Tidak sekedar angka saja tetapi kami bisa tahu apa yang ada dibaliknya itu," jelasnya.

Baca juga: Airlangga: Middle Class Sebagai Motor Penggerak Perekonomian Nasional

Sementara itu, Senior Economist The World Bank Alexandre Hugo Laure menilai meskipun sudah cukup bagus, namun saat ini pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahunan Indonesia terus mengalami perlambatan.

"Pertumbuhan sektor manufaktur yang menjadi penyumbang utama ekonomi Indonesia misalnya, ketika dibandingkan dengan berbagai negara, maka pertumbuhannya terbilang cukup lambat, kalah dengan China, Meksiko, Mesir, Nigeria, bahkan dengan India," ujar Hugo Laure.

Hugo menjelaskan, hal tersebut salah satunya disebabkan karena minim penelitian dan pengembangan serta rendahnya adaptasi teknologi dan inovasi yang dilakukan oleh industri besar di Indonesia.

Baca juga: Perekonomian Global Tidak Stabil, Konflik Geopolitik Menjadi Ancaman Terbesar

"Pengeluaran penelitian dan pengembangan terbilang rendah dibandingkan negara-negara sejenis," ucapnya.

Pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan yang dilakukan industri di Indonesia, lanjutnya, hanya sekitar sembilan persen, jauh tertinggal dibandingkan kompetitor. 

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru