Megawati Saksikan 30 Tahun Kudatuli Secara Daring

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri membuka pameran sejarah dan arsip foto ‘Meretas Jalan Demokrasi’ Selasa (21/7/2026).
Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri membuka pameran sejarah dan arsip foto ‘Meretas Jalan Demokrasi’ Selasa (21/7/2026).

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri menyaksikan jalannya memperingati 30 tahun peristiwa Kerusuhan 27 Juli atau Kudatuli, acara secara daring (online).

PDIP telah menggelar aksi teatrikal untuk memperingati 30 tahun peristiwa Kerusuhan 27 Juli atau Kudatuli di Gedung DPP PDIP, Jakarta Pusat.

PDIP mengatakan aksi teatrikal itu untuk mengingat kembali sejarah perjuangan.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan kekuatan akar rumput tidak akan pernah dapat dicabut oleh kekuasaan saat peringatan 30 tahun peristiwa Kudatuli di Jakarta, Minggu. Hasto menyebut kekuatan rakyat, seperti akar rumput, akan tetap bertahan meski menghadapi tekanan dari kekuasaan.

“Rumput boleh dibabat. Rumput boleh diinjak, boleh dibakar sampai hitam tanahnya, tetapi akarnya tetap tinggal di dalam tanah. Dan begitu tersiram air hujan, ia tumbuh kembali, lebih lebat dari sebelumnya. Itulah yang tidak pernah dipahami oleh mereka yang menyerbu kantor PDI,” katanya dilansir Antara, Minggu (26/7/2026).

Menurut Hasto, filosofi akar rumput membentuk karakter perjuangan partai untuk terus bergerak bersama rakyat kecil dalam menjalankan politik. Peringatan 30 tahun peristiwa Kudatuli juga diisi dengan pementasan teatrikal yang menggambarkan penyerbuan kantor DPP PDI pada 27 Juli 1996 oleh massa PDI kubu Soerjadi yang didukung rezim Orde Baru terhadap pendukung Megawati Soekarnoputri.

Kepala Badan Sejarah Indonesia DPP PDIP, Bonnie Triyana, mengatakan bahwa tiga dekade telah berlalu sejak peristiwa kerusuhan 27 Juli 1996 di Kantor DPP PDI. Peristiwa itu menjadi titik balik penting bagi perjalanan demokrasi di Indonesia.

Menurut Bonnie, perjalanan waktu tidak akan pernah benar-benar menghapus luka sejarah selama keadilan hukum belum ditegakkan sepenuhnya bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

“Waktu boleh berjalan, tetapi luka sejarah tidak pernah benar-benar hilang selama keadilan belum sepenuhnya ditegakkan,” kata dia dilansir Antara, Minggu (26/7/2026).

Aksi teatrikal itu, kata Bonnie, bukan sekadar seni, melainkan juga upaya menghadirkan kembali masa ketika kekerasan digunakan terhadap oposisi. “Kita tidak datang untuk membuka kembali luka, melainkan untuk memastikan bahwa luka itu tidak pernah dilupakan. Seni membantu kita merasakan apa yang tidak terungkap oleh dokumen,” katanya.

Aksi teatrikal dibawakan oleh kelompok seni Teater Gates. Dalam aksi, digambarkan bagaimana massa PDI kubu Soerjadi yang didukung oleh rezim Orde Baru menyerbu dan merusak kantor PDI yang saat itu dipertahankan oleh massa pendukung setia Megawati Soekarnoputri.

Ruwatan Kebangsaan

Setelah pementasan teatrikal selesai, acara dilanjutkan dengan prosesi ritual adat ruwatan kebangsaan yang dibawakan secara khidmat oleh masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang (Banten Kidul).

Ruwatan adat ini ditujukan sebagai simbol pembersihan batin, merawat ingatan kolektif, sekaligus doa bersama bagi arwah para korban yang gugur. Prosesi kemudian ditutup dengan iring-iringan pertunjukan seni tradisional masyarakat adat Ngarengkong persembahan dari Kasepuhan Cilebang.

Sebagai puncak acara, seniman Butet Kartaredjasa tampil membacakan puisi mendalam berjudul “Melawan dan Berjuang ”. Acara ini dihadiri Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, tokoh senior Sidarto Danusubroto, mantan jurnalis Widiarsi Agustina, jajaran pengurus DPP partai, serta sejumlah seniman dan tokoh pro-demokrasi. erc, ptr

Berita Terbaru

Sambut HUT ke-81 RI, Pemkab Gresik Tebar Diskon Pajak hingga Bebas Denda

Sambut HUT ke-81 RI, Pemkab Gresik Tebar Diskon Pajak hingga Bebas Denda

Senin, 17 Agu 2026 18:59 WIB

Senin, 17 Agu 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Gresik. Bertepatan dengan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, …

Upacara Bendera Dalam Rangka HUT Ke-81 RI di Lamongan Berjalan Khidmat, Disertai Pemberian Tali Asih ke Veteran

Upacara Bendera Dalam Rangka HUT Ke-81 RI di Lamongan Berjalan Khidmat, Disertai Pemberian Tali Asih ke Veteran

Senin, 17 Agu 2026 18:09 WIB

Senin, 17 Agu 2026 18:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Upacara bendera yang digelar oleh Pemkab Lamongan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Alun-alun…

Fokuskan Genangan dan Pengaspalan Jalan, Wali Kota Proyeksikan APBD Rp15 Triliun

Fokuskan Genangan dan Pengaspalan Jalan, Wali Kota Proyeksikan APBD Rp15 Triliun

Senin, 17 Agu 2026 15:13 WIB

Senin, 17 Agu 2026 15:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai memproyeksikan total belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027…

Sambut HUT RI ke-81, Pemkab Magetan Bagikan 3.000 Bendera Merah Putih Gratis

Sambut HUT RI ke-81, Pemkab Magetan Bagikan 3.000 Bendera Merah Putih Gratis

Senin, 17 Agu 2026 14:43 WIB

Senin, 17 Agu 2026 14:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Dalam menyambut perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan,…

Pelaksanaan CFD Dongkrak Omzet UMKM, Pemkab Trenggalek Sebut Capai Ratusan Juta

Pelaksanaan CFD Dongkrak Omzet UMKM, Pemkab Trenggalek Sebut Capai Ratusan Juta

Senin, 17 Agu 2026 14:33 WIB

Senin, 17 Agu 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Adanya pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD) ternyata tidak hanya menjadi ruang rekreasi masyarakat,…

Bantuan Beras Tahap IV Disalurkan, 14 Ribu Lebih KPM di Kota Mojokerto Jadi Sasaran

Bantuan Beras Tahap IV Disalurkan, 14 Ribu Lebih KPM di Kota Mojokerto Jadi Sasaran

Senin, 17 Agu 2026 13:44 WIB

Senin, 17 Agu 2026 13:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Sebanyak 14.373 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Mojokerto menjadi sasaran bantuan pangan berupa beras tahap IV dari Badan…