SURABAYAPAGI.COM, Malang - Investor makin berminat menanamkan modalnya di Kota Malang. Terbaru investor berencana investasi sekitar Rp 100 miliar di kawasan Jalan Veteran. Modal sebanyak itu untuk bangun pasar modern.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMTSP) Kota Malang Arif Tri Sastyawan mengakui adanya rencana investasi pasar modern tersebut.
Baca juga: Dipicu Harga Cabai Rawit Anjlok, Kota Malang Alami Deflasi 1,10 Persen per Januari 2026
“Iya ada investasi lagi yang masuk. Pengajuannya masih proses, bentuknya nanti pasar modern,” kata Arif saat dimintai penjelasan mengenai investasi yang akan masuk di Kota Malang tahun ini.
Adanya rencana pembangunan pasar modern ditengah Kota Malang diapresiasi Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag). Menurutnya, perkembangan ekonomi mikro di Kota Malang semakin tumbuh.
Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliardi mengapresiasi adanya rencana pembangunan pasar modern. Hal itu disebut juga bisa menekan inflasi.
“Tujuannya juga bisa menekan inflasi, menambah tenaga kerja, saya kira bagus itu,” kata pria yang akrab disapa Eko Sya, Jumat (3/5/2024).
Rencana pasar modern yang akan dibangun di eks playground samping Matos itu secara detail belum diketahui Diskopindag Kota Malang. Namun rencananya, Eko Sya akan memberi masukan.
“Kalau rencana pasar modern yang akan ada di playground itu kami belum. Cuma kami akan beri masukan, karena pasar itu bisa menampung produsen dan memediasi sampai konsumen,” ungkap Eko.
Baca juga: Momen Prabowo dan AHY Satu Mobil di SMA Taruna Nusantara Malang
Di sisi lain, Eko menyebut hilirisasi pertanian dan perdagangan harus terus berjalan. Sehingga berkembangnya pasar juga dapat menekan inflasi dengan jalur mata rantai yang telah ada.
Saat ini, Eko mengaku kondisi pasar modern di Kota Malang memang sudah berjalan baik. Dengan pengelolaan manajemen yang baik membuat pasar modern juga menjadi pilihan bagi sebagian masyarakat.
“Pasar modern ini kan artinya bentuk manajemennya yang modern. Nanti itu pasar yang di playground itu mungkin sama seperti pasar lainnya tapi manajemennya yang modern, tapi inti fungsinya sama,” beber Eko.
Namun, Eko berharap adanya rencana pembangunan pasar modern ini tidak menjadi persaingan. Justru ia berharap pasar agar dapat bersanding.
Baca juga: Tingkat Hunian Hotel di Kota Malang Diprediksi Tembus 80 Persen di Momen Nataru
“Dengan bertambahnya pasar ini nanti kami bisa bersanding, bukan bersaing, artinya sama-sama melayani masyarakat,” tutur Eko.
Masuknya investasi di Kota Malang ini menurut Eko memang harus diapresiasi. Agar masyarakat dapat lebih berkembang.
“Semuanya untuk meningkatkan pendapatan per kapita, pendapatan masyarakat. Nanti masyarakat yang belum bekerja bisa bekerja,” tukas Eko. Ml-01/ham
Editor : Moch Ilham