SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Peringatan Harkitnas dapat diwujudkan salah satunya dengan belajar menerapkan kemajuan teknologi digital. Bahkan ragam tantangan saat ini dapat di solusikan melalui kemajuan teknologi.
Hal itu disampaikan bupati Lamongan, H. Yuhronur Efendi selaku inspektur upacara, saat berpidato dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke 116, Senin (20/5/2024) di halaman Pemkab Lamongan.
Baca juga: Pengemudi Becak Lamongan Terima Bantuan Becak Listrik dari Prabowo
Disebutkan olehnya, Harkitnas sendiri merupakan dedikasi organisasi Boedi Oetomo sejak tahun 1908 yang lalu dalam membangkitkan semangat nasionalisme untuk kemajuan nusa dan bangsa. Maka dari itu sebagai generasi saat ini, harus jadi melanjutkan perjuangan tersebut dengan cara saat ini.
"Momen ini refleksi bagi kita dalam memberikan apresiasi akan perjuangan Boedi Oetomo dalam memajukan bangsa sejak tahun 1908 yang lalu. Tugas kita saat ini ialah melanjutkan perjuangannya, yakni bangkit untuk Indonesia emas. Salah satunya dapat kita lakukan dengan menerapkan kemajuan teknologi digital," tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes saat memberikan sambutan.
Baca juga: Mas Wabup Dirham Buka Forum Konsultasi Publik Penyusunan RKPD 2027
Terlebih sebagai akselerator pembangunan tidak boleh tertinggal dalam penerapan kemajuan teknologi digital. Selain untuk menjadikan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel, penerapan kemajuan teknologi digital dalam pelayanan publik juga dapat memberikan kualitas keefektifan pelayanan kepada masyarakat.
"Di zaman ini dia yang menguasai teknologi, dia yang akan menguasai peradaban. Terlebih Pemerintah Kabupaten Lamongan sebagai akselerator pembangunan tidak boleh tertinggal," ujarnya dalam kegiatan yang mengangkat tema "Bangkit untuk Indonesia Emas".
Baca juga: Tahun 2026 ATR/BPN, Kabupaten Lamongan Targetkan 20.000 Bidang Tanah Bersertifikat
Tidak hanya cepatnya transformasi digital, potensi sumber daya alam dan bonus demografi pun dapat dijadikan modal dasar menuju Indonesia emas 2045. 60% penduduk Indonesia merupakan usia produktif yang siap mengembangkan inovasi-inovasi baru bagi kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi. Begitupun dengan 64% penduduk dari 1.381.414 penduduk di Lamongan merupakan usia produktif.
"Saat ini Lamongan terus bertransformasi untuk memastikan ekonominya terus tumbuh, pembangunannya semakin merata, dan harmonis masyarakatnya. Terimakasih kepada seluruhnya yang telah berkolaborasi bersama Pemkab Lamongan dalam menghadapi krisis global hingga menjawab isu sosial," pungkasnya. jir
Editor : Moch Ilham