Gegara Cuaca Ekstrem, Petani Tembakau di Utara Sungai Brantas Was-was

surabayapagi.com
Ilustrasi. Petani tembakau di wilayah Utara Sungai Brantas Jombang resah akibat cuaca ekstrem. SP/ JBG

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Petani tembakau di wilayah Utara Sungai Brantas Jombang resah akibat cuaca yang tidak menentu ditambah ekstrem. Hal itu tentu membuat para petani was-was masih seringnya turun hujan bakal membuat tanaman rentan terserang virus.

Menurut Tek Diwanto, salah satu petani tembakau di utara brantas, cuaca yang tak menentu itu seringkali membuat tanaman terganggu. Ditambah tanah yang tak kering sempurna bisa mengganggu pertumbuhan tanaman tembakau mereka.

Baca juga: Bulog Pastikan Stok dan Harga Beras SPHP di Jombang Aman dan Stabil Jelang Lebaran 2026

”Ini memang cuacanya ekstrem, masih seringkali hujan, sehingga memang rentan terserang virus. Dampaknya itu biasanya virus kutu kebul kita menyebutnya, daunnya jadi keriting,” ungkapnya, Minggu (23/06/2024).

Baca juga: Selama Momentum Bulan Ramadhan, Petani Blewah Lumajang Raup Untung Belasan Juta

Lebih lanjut, ternyata banyak petani yang telah mengeluhkan serangan virus ini. Terlebih, bagi para petani yang baru tanam sekitar beberapa minggu terakhir.

”Jadi biasanya itu tanah atasnya keras, tapi tanah bawahnya masih berair, jadi akarnya terganggu, Tahun ini agak banyak, 30 persen tanaman petani itu banyak yang keriting,” imbuh wakil ketua APTI Jombang ini.

Baca juga: 31 Santri di Jombang Diduga Keracunan Telur Asin dari MBG

Jika sudah mengalami keriting atau terserang virus, tanaman tembakau mau tak mau harus dibuang. Karena jika dibiarkan pertumbuhan daunnya tak akan maksimal. “Kalau keriting ya biasanya harus dicabut dan harus tanam ulang, disulami istilahnya,” pungkasnya. jbg-02/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Kamis, 05 Mar 2026 19:47 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:28 WIB
Berita Terbaru