SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Inflasi year on year (y-on-y) per Juni 2024 di Kabupaten Sumenep tercatat tertinggi di 8 kota indeks harga konsumen (IHK) di Jawa Timur (Jatim), yakni sebesar 3,24 persen. Penyumbang utama inflasi tersebut ada di kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 1,44 persen.
Sedangkan, komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah Beras, Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Daging Sapi dengan andil masing-masing sebesar 0,61 persen; 0,16 persen; dan 0,10 persen.
Baca juga: Pasien Asal Rubaru Apresiasi Pelayanan RSUD Moh Anwar Sumenep
Lalu, kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa lainnya memberi andil 0,95 persen. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah Emas Perhiasan, dan Tissu dengan andil masing-masing sebesar 0,64 persen; dan 0,10 persen.
“Inflasi y-on-y ini terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks semua kelompok pengeluaran,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, Joko Santoso, Jumat (05/07/2024).
Baca juga: TPID Kota Malang Siapkan Langkah Antisipasi Inflasi Jelang Ramadhan 2026
Sedangkan untuk inflasi y-on-y terendah di Jawa Timur terjadi di Kota Kediri sebesar 1,72 persen. Untuk Provinsi Jawa Timur inflasi y-on-y sebesar 2,21 persen.
Sementara itu, Kabupaten Sumenep justru mengalami deflasi sebesar 0,27 persen. Penyumbang utama deflasi Juni 2024 secara m-to-m adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil deflasi sebesar 0,34 persen.
Baca juga: Publik Ingin Tahu, Pemilik CV. Jatim Wangi Merajai di Kab. Sumenep
“Komoditas penyumbang utama deflasi lainnya yakni kelompok tomat, bawang merah dan ketimun dengan andil deflasinya masing-masing sebesar 0,13 persen; 0,11 persen dan 0,05 persen,” terang Joko. smp-01/dsy
Editor : Desy Ayu