Perusahaan BUMN Klaim Dirugikan KA China Whoosh Rp 7,12 triliun

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk alias WIKA mengungkap Proyek Kereta Cepat Whoosh merugikan perusahaan hingga Rp7,12 triliun. Rugi perusahaan bengkak 11.860 persen pada tahun lalu. Padahal, kerugian bersih WIKA pada 2022 hanya Rp59,59 miliar.

Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito mengatakan perusahaan memang harus menghadapi beban bunga yang tinggi. Akan tetapi, kerugian WIKA lainnya disebabkan oleh PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

Baca juga: Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

"Kita itu memang yang paling besar karena dalam penyelesaian proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, yang memang dari penyertaan saja kita sudah Rp6,1 triliun," ungkap Agung dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Senin lalu.

 

Penjelasan Kereta Cepat China

Baca juga: Prabowo Akui BUMN Pernah Dipimpin Akal-akalan

Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Eva Chairunisa, mereka memberikan beberapa jawaban. Terkait klaim atau tagihan sebesar Rp5 triliun misalnya, mereka menyatakan bahwa itu semua dalam proses pembayaran.

"Semua yang berkaitan dengan penagihan di KCIC harus melalui prosedur administrasi agar semuanya dapat dipertanggungjawabkan dengan baik termasuk dari sisi keuangan sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik (GCG)," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (16/7) malam.

Baca juga: Menhan Umumkan Prabowo, akan Ganti Semua Direksi Bank Himbara

Menyikapi kerugian itu, Eva menyatakan sejatinya pembangunan kereta cepat ditujukan untuk kemajuan transportasi di Indonesia.

Proyek dibangun agar dapat meningkatkan konektivitas dan perekonomian antara Jakarta dan Bandung melalui transportasi massal ramah lingkungan yang modern. n erc/jk/rmc

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru