PR Ekonomi Sisa Pemerintah Jokowi, Jaga Stok Pangan

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengakui punya pekerjaan rumah (PR) serius. PR itu termasuk program unggulan. Antara lain upaya menjaga stabilitas harga dan stok pangan, keberlanjutan Program Prakerja dengan pipeline job availability dan demand yang terintegrasi dengan sistem, pengembangan industri semikonduktor, hingga penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Tentu untuk program-program yang unggulan kita perlu terus didorong pencapaiannya, salah satunya untuk digital, terkait dengan pembangunan infrastruktur itu juga perlu terus didorong ke depan," kata Airlangga dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (21/7/2024).

Baca juga: Pemerintah Pro UMKM, Minta Perlakuan UMKM dan Usaha Menengah Besar, Tidak Dibedakan

 

Ada Defisit Produksi

Sejak Juni 2024, rata-rata kebutuhan konsumsi beras per bulan adalah sebesar 2,55 sampai dengan 2,56 juta ton. Sementara produksi beras pada Januari dan Februari 2024 secara berturut-turut sebesar 0,91 dan 1,39 juta ton. Sehingga dalam kurun dua bulan ini terjadi defisit produksi dibandingkan konsumsi sebesar 2,8 juta ton beras.

 

Baca juga: Khofifah-Emil Sowan ke Rumah Presiden RI Ke-7 Jokowi Usai Retreat

Perintah Menko Airlangga

Perintah Menko Menko Perekonomian Airlangga, memerintahkan jajarannya untuk menyelesaikan beberapa program prioritas dan unggulan sebelum masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin selesai.

Hal itu dikatakan Airlangga saat memimpin Leader's Offsite Meeting (LOM) Kemenko Perekonomian di Kota Palembang, Sabtu (20/7). Kegiatan itu diikuti seluruh jajaran eselon I dan II untuk mengevaluasi capaian kinerja Semester I-2024 dan penajaman program kerja tahun 2025.

Baca juga: PDIP, Prabowo-Jokowi, Memang Harus Dipisah 

Kegiatan itu diikuti seluruh jajaran eselon I dan II untuk mengevaluasi capaian kinerja Semester I-2024 dan penajaman program kerja tahun 2025.

"Tentu untuk program-program yang unggulan kita perlu terus didorong pencapaiannya, salah satunya untuk digital, terkait dengan pembangunan infrastruktur itu juga perlu terus didorong ke depan," kata Airlangga

Di samping itu, Airlangga juga menyampaikan bahwa sejumlah tantangan masih akan dihadapi ke depan seperti kekeringan hingga fluktuasi harga komoditas. Untuk meredam tantangan tersebut, arahannya agar memperkuat produksi pangan melalui optimalisasi infrastruktur pengairan, pemanfaatan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR), penyelesaian PSN untuk menunjang konektivitas, hingga pemanfaatan investasi secara produktif. n jk/erc/rmc

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru