Jokowi Kecewa Kinerja Kereta Cepat China

surabayapagi.com
Presiden Jokowi bersama Iriana Jokowi, saat menumpangi kereta cepat Whooshh dari Jakarta ke Bandung, pada saat pembukaan Piala Presiden 2024, 19 Juli 2024 lalu.

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rabu (24/7/2024) memanggil Dirut PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko. Jokowi soroti trafik penumpang yang belum mencapai target. Ini menjadi bahasan utamanya.

Kartika menjelaskan pihaknya memaparkan trafik penumpukan kereta cepat dan LRT Jabodebek. Namun, yang jadi bahasan utama adalah trafik kereta cepat. Dia menjelaskan saat ini penumpukan kereta cepat sudah mencapai 24 ribu orang, namun masih di bawah target 29 ribu orang.

Baca juga: Prabowo Undang Mantan Dirut PT KAI, Bahas Whoosh

Sementara itu, LRT Jabodebek jumlah penumpangnya sudah tembus 80 ribu orang. Dia mengatakan pemerintah akan menambah jumlah frekuensi kereta yang beroperasi untuk menggenjot trafik penumpukan.

Baca juga: Utang Whoosh akan Dibahas Khusus dengan Presiden

"Kalau traffic kan kemarin kereta cepat udah sempat mencapai 24 ribu, kalau di LRT udah mencapai 80 ribu. Nah kita akan tambah terus jumlah kereta beroperasi," ujar pria yang akrab disapa Tiko itu, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2024).

Tiko menjelaskan dalam 2-3 tahun ke depan pihaknya diminta Jokowi, untuk mengejar target penumpang kereta cepat hingga mencapai 29 ribu.

Baca juga: Whoosh Dilanda Isu Rugi dan Mark-up, Jokowi Bela Diri

"Itu masih sedikit di bawah target. Target 29 ribu, jadi itu udah mendekati lah. Kita kejar harusnya untuk mencapai target yang sesuai proyeksi awal harusnya 2 sampai 3 tahun bisa kita kejar," beber Tiko. n ec/jk/rmc

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru