Cabai Rawit Melejit, Bawang Merah Merosot di Pasar Legi Ponorogo

surabayapagi.com
Ilustrasi. Penjual bawang merah di Pasar Legi Ponorogo, Jawa Timur. SP/ PNG

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Baru-baru ini salah satu harga komoditas bumbu dapur di Pasar Legi Ponorogo, Jawa Timur ada yang melonjak, namun juga ada yang merosot imbas awal masuknya musim kemarau saat ini.

Diketahui, untuk harga bumbu dapur yang melejit naik adalah cabai rawit yang saat ini mencapai Rp 80 ribu per kilogram. Namun, ada salah satu kondisi cabai rawit yang tidak bagus, yakni ada yang sudah hampir membusuk maupun mengering. 

Baca juga: Jelang Nataru 2025/2026, Harga Cabai di Lamongan Naik Tembus Rp 80 Ribu per Kg

“Kita coba ya, kalau Rp 5 ribu dapat berapa. Cuma dapat 30 biji. Kalau dulu ya dapat 60 biji lebih,” ungkap salah satu pedagang bumbu dapur di Pasar Legi Ponorogo, Suprihatin, Minggu (28/07/2024).

Lebih lanjut, Suprihatin mengungkap jika sebelum mengalami kenaikan tersebut, harga cabai rawit sebelumnya hanya Rp 50 ribu. Sedangkan mahalnya komoditas tersebut lantaran stok yang dimiliki pedagang terbatas, sehingga berkurang drastis.

“Jadi naik turun. Dulu Rp 45 ribu sampai Rp 50 ribu. Sekarang Rp 80 ribu, sebelumnya Rp 85 ribu juga. Ya kisaran Rp 75 ribu sampai Rp 85 ribu,” katanya.

Baca juga: Jelang Nataru, Harga Cabai Rawit di Kota Malang Naik Rp 75 Ribu per Kg

Oleh karenanya, untuk mengatasi masalah tersebut sejumlah pedagang di Pasar Legi Ponorogo meminta kepada pemasok untuk memasok lebih banyak, namun ternyata hanya bisa 20 kilogram cabai rawit yang terpenuhi, stok tersebut hanya separuh dari biasanya.

“Katanya sih banyak yang rontok. Cuaca ini lo menjadikan banyak yang rontok cabainya. Stok sedikit jadi mahal,” terang Suprihatin.

Baca juga: Curah Hujan Tinggi, Harga Cabai Rawit di Madiun Naik Tembus Rp 65 Ribu per Kg

Namun, kondisi tersebut berbeda justru pada bawang merah. Dimana bawang merah hanya Rp 15 ribu per kilogram. “Sebelumnya bawang merah itu Rp 30 ribu.

Lebih lanjut, sejak imbas fenomena harga bumbu dapur di pasaran tersebut khususnya harga cabai yang mahal, membuat daya beli masyarakat juga turut menurun. “Naik pol, mengeluh sekali, dan beli terpaksa dikurangi,” terang Yuni, salah satu pembeli. pn-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru