Mercedes-Benz Pangkas Produksi 2 Sedan Mewah S-Class dan EQS

surabayapagi.com
Mercedes-Benz EQS. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Mobil mewah kenamaan, Mercedes-Benz mengkonfirmasi akan memangkas produksi dari model andalannya yakni S-Class dan EQS dengan mengurangi jadwal operasionalnya dari dua shift kini menjadi satu shift pada Oktober mendatang.

Namun, masih belum diketahui apakah Mercedes-Benz akan memberikan kompensasi kepada pekerja ketika ada perubahan jadwal. Sedangkan alasan pemangkasan produksi dua sedan mewah tersebut karena menurunnya permintaan atas dua model S-Class dan EQS.

Baca juga: MG Raih 1 Juta Pengiriman di Eropa, Didorong EV dan Hybrid Murah

“Kami terus mengoptimalkan jaringan produksi kami dan menggunakan fleksibilitas tinggi untuk bereaksi terhadap fluktuasi dan perubahan kondisi kerangka sehubungan dengan perkembangan geopolitik, mikro, dan makro ekonomi dan untuk tetap kompetitif,” kata Mercedes-Benz, Jumat (02/08/2024).

Baca juga: Siap Perkuat Pasar Ekspor, Produksi TVS Indonesia Tembus 1 Juta Unit

Diketahui, pada paruh pertama tahun 2024, penjualan S-Class alami penurunan hingga 22 persen atau dikirimkan ke pelanggan sebanyak 28.100 unit. Selain itu, kemungkinan calon pembeli menunggu versi facelift pada tahun 2026 mendatang atau meluncur sekitar tahun depan dan akan menampilkan revisi gaya yang mencakup lampu depan berdesain baru, lengkap dengan lampu DRL LED berbentuk bintang.

Disebutkan juga pabrikan mewah ini akan melakukan pendekatan yang sama seperti EQS terbaru pada S-Class tersebut, yakni generasi sekarang akan bertahan lebih lama dengan sejumlah penyegaran yang terlihat lebih baru dari sebelumnya.

Baca juga: Solenoid Transmisi Bermasalah, Lexus Recall LX500d dan LX600 di Pasar Australia

Lebih lanjut, diperkirakan, Mercedes-Benz S-Class versi facelift akan diluncurkan pada akhir tahun ini atau tepat saat peluncuran model 2025. Pasalnya, pada Juni lalu, S-Class versi facelift juga telah tertangkap kamera mata-mata melakukan pengujian dalam balutan stiker kamuflase di beberapa bagian. jk-03/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru