SURABAYAPAGI.com, Madiun - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menyajikan jika angka kemiskinan di Kota Madiun tahun 2024 ini turun dibandingkan tahun 2023 lalu. Jika tahun lalu ada 8.460 penduduk miskin, tahun ini turun menjadi 7.840 jiwa.
”Angka ini turun 0,36 persen poin dari tahun sebelumnya,” ujar Kepala BPS Kota Madiun Abdul Azis, Selasa (06/08/2024).
Baca juga: Dalam Sepekan, Pemkab Jember Target Tuntaskan Verifikasi Data Kemiskinan Selesai 100 Persen
Penghitungan penduduk miskin tersebut dihitung menggunakan metode basic needs approach. Berdasarkan kemampuan penduduk miskin dalam memenuhi kebutuhan makanan dan bukan makanan.
''Garis kemiskinan, Rp 605.131 per kapita per bulan pada 2023. Pada 2024, naik menjadi Rp 637.838 per kapita per bulan,'' ujarnya.
Baca juga: Kisah Jukir di Balik Kasus Maidi: Rumah Tak Jelas, Kini Berpotensi Disita KPK
Turunnya angka kemiskinan itu disebabkan Pemkot Madiun telah banyak melakukan intervensi kepada masyarakat. Bahkan, semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut terjun guna menekan angka kemiskinan tersebut. Seperti, memberikan bantuan sosial serta pemberdayaan bagi warga kena pemutusan hubungan kerja (PHK).
''Konteks kemiskinan itu ada karena kultural kemiskinan, struktural kemiskinan, maupun absolut kemiskinan," ungkap Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Madiun Suwarno.
Baca juga: KPK Periksa Dirut BUMD hingga Camat Taman, Pengembangan Kasus OTT Maidi Terus Bergulir
Sementara itu, diketahui dari hasil survei tersebut, Kota Madiun menempati posisi empat terendah untuk angka kemiskinan di Jawa Timur. Posisi tiga terendah ditempati oleh Kota Batu, Kota Malang, dan Surabaya. Di sisi lain, angka kemiskinan tertinggi terjadi di Kabupaten Bangkalan. Yakni, sebanyak 18,66 persen. md-01/dsy
Editor : Desy Ayu