SURABAYAPAGI.com, Jember - Karnaval budaya yang rutin digelar di Jember, Jawa Timur dengan tema "Nusantara Baru Indonesia Maju" disambut antusias dan meriah, lantaran diikuti 52 regu peserta dari 31 kecamatan dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) se-Kabupaten Jember.
"Kegiatan karnaval itu melestarikan budaya nusantara tetapi juga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat sehingga Jember rakyatnya sejahtera," ungkap Bupati Jember Hendy Siswanto, Minggu (08/09/2024).
Baca juga: Pelaksanaan CFD Dongkrak Omzet UMKM, Pemkab Trenggalek Sebut Capai Ratusan Juta
Sebanyak ribuan peserta karnaval seluruh OPD Pemerintah Kabupaten Jember, 31 kecamatan dan instansi-instansi lainnya. Sementara itu, karnaval budaya ini lebih banyak didominasi dengan budaya Pandhalungan yang merupakan perpaduan budaya Jawa dan Madura, sehingga hal itu diharapkan dapat menarik wisatawan ke Jember.
"Saya memakai kostum dengan warna dominasi merah dan hitam yang merupakan khas budaya Pandhalungan, dengan batik daun tembakau yang juga menjadi ciri khas Jember," katanya.
Baca juga: Lewat PESONA 2026, Pemkab Lamongan Fasilitasi Pelaku UMKM Perluas Akses Pasar
Para pelaku UMKM dan para pedagang memenuhi sepanjang rute karnaval budaya Jember mulai UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub hingga Kantor Pos Jember yang berjarak kurang lebih 3 kilometer, bahkan karnaval itu menjadi berkah tersendiri bagi pedagang.
Selain berpakaian adat, peserta karnaval juga menyuguhkan berbagai pertunjukan, seperti tari tradisional, drama kolosal tentang pahlawan, serta potensi lokal di daerah masing-masing.
Baca juga: Dorong Pelaku UMKM Naik Kelas, Pemkot Madiun Fasilitasi Pelatihan Digital Lewat POS
"Karnaval ini menyuguhkan beragam budaya itu sangat penting untuk mencintai kearifan lokal, mencintai budaya, serta yang paling penting adalah sebagai penguat bangsa," ujarnya. jr-01/dsy
Editor : Desy Ayu