Genjot Produktivitas Sapi, Pemkab Banyuwangi Gencarkan Program SMS Pisan

surabayapagi.com
Petugas kesehatan hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memeriksa kesehatan ternak sapi. SP/ BYW

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, tengah fokus pada Program Sapi Manak Setahun Sepisan (SMS Pisan), yakni bertujuan menggenjot produktivitas sapi khususnya indukan beranak minimal satu kali dalam setahun. Hal itu dapat berdampak positif pada proses reproduksi yang baik.

"Kesehatan reproduksi sangat penting untuk memastikan sapi indukan dapat beranak secara rutin," jelas Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Banyuwangi Nanang Sugiharto, Selasa (08/10/2024).

Baca juga: Perkuat Status Green Card UNESCO, Pemkab Banyuwangi Siapkan Proses Revalidasi Geopark Ijen

Melalui Program SMS Pisan, DPP Kabupaten Banyuwangi memberikan penyuluhan dan stimulan nutrisi. Melalui Tim Puskeswan dari DPP Banyuwangi, yang terdiri dari Medik Veteriner, Paramedik Veteriner, dan Paramedik Inseminasi Buatan (IB) telah turun ke lapangan melakukan pemeriksaan dan pemberian stimulan pada sapi indukan.

"Kami memberikan vitamin, mineral, serta hormon untuk membantu proses kebuntingan dan menjaga kesehatan induk sapi," katanya.

Bahkan, saat ini sudah tercapai 575 sapi indukan yang diberikan stimulan, sedangkan target program ini adalah memberikan stimulan kepada 1.000  sapi indukan di seluruh Kabupaten Banyuwangi.

Baca juga: Percepat ORI Campak, Dinkes Kota Malang Siapkan Upaya Jemput Bola ke Rumah Warga

Nanang optimistis dengan program ini peternak dapat lebih sejahtera. "Kami berharap program ini dapat benar-benar membantu peternak untuk meningkatkan taraf hidup mereka," katanya.

Sebagai informasi, Program SMS Pisan mencakup serangkaian langkah untuk memastikan kesehatan dan produktivitas sapi indukan dan langkah-langkah tersebut meliputi pemeriksaan kebuntingan, pemberian hormon, vitamin, mineral, dan obat-obatan untuk mendukung reproduksi yang optimal. Sementara kelahiran yang lancar dan terjadwal setiap tahun akan sangat menguntungkan bagi peternak.

Baca juga: Dinkes Ponorogo Klaim Zero Pasung, Ribuan Warga Ponorogo Idap Skizofrenia Dapat Layanan Kesehatan Rutin

"Dengan kelahiran yang rutin, peternak bisa lebih mudah meningkatkan jumlah ternaknya dan mendapatkan keuntungan yang lebih besar," ujar Nanang.

Selain dukungan teknis, program SMS Pisan juga mencakup peningkatan pengetahuan peternak melalui penyuluhan yang penting untuk mengedukasi peternak tentang  kesehatan reproduksi dan nutrisi yang tepat bagi sapi indukan. by-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru