Enam Orang Terjangkit Positif Leptospirosis, Dinkes Ngawi: Mayoritas Para Petani

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Dinas Kesehatan Ngawi, dr. Heri Nur Fachrudin. SP/ NGW
Kepala Dinas Kesehatan Ngawi, dr. Heri Nur Fachrudin. SP/ NGW

i

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Menindaklanjuti kasus orang terjangkit leptospirosis, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi mencatat sebanyak enam orang di Kabupaten Ngawi sejak awal tahun hingga Mei 2026. Dimana, penularan diduga kuat terjadi saat para petani beraktivitas di sawah tanpa perlindungan diri yang memadai, sehingga bakteri masuk melalui luka terbuka.

Diketahui, leptospirosis penyakit karena bakteri dari kencing tikus dan seluruh pasien yang terjangkit merupakan petani. Sedangkan, untuk gejala awal penyakit ini seringkali menyerupai penyakit demam. Hal ini ditandai dengan panas tinggi mendadak, nyeri otot pada bagian paha dan betis, serta rasa mual. Namun, jika tidak segera ditangani dengan antibiotik spesifik, infeksi ini dapat berakibat fatal.

"Untuk kasus leptospirosis di Ngawi pada tahun 2026 ini tercatat ada enam kasus. Penyebabnya adalah bakteri leptospira yang terdapat dalam air kencing tikus. Kondisi yang paling parah ditandai dengan warna kuning pada mata. Jika dibiarkan dan tidak segera diobati, risikonya bisa menyebabkan kematian akibat gagal ginjal, karena bakteri ini menyerang fungsi ginjal," ujar Kepala Dinas Kesehatan Ngawi, dr. Heri Nur Fachrudin, Selasa (12/05/2026).

Lebih lanjut, pihaknya juga memastikan keenam pasien yang terjangkit tersebut saat ini sudah dinyatakan sembuh setelah mendapatkan perawatan medis. Berdasarkan data Dinkes Ngawi, sebaran enam kasus tersebut meliputi beberapa wilayah kerja puskesmas, yakni Puskesmas Ngrambe 1 kasus, Tambakboyo 1 kasus, Mantingan 1 kasus, Karanganyar 2 kasus, dan Sine 1 kasus

Sehingga, Heri mengimbau masyarakat, untuk meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Terlebih mengingat populasi tikus yang cukup banyak di area persawahan. Dicontohkan antara lain selalu mencuci kaki dan tangan menggunakan sabun setelah beraktivitas di sawah serta hindari menyentuh tikus secara langsung. ng-01/dsy

Berita Terbaru

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kalitengah, Kabupaten Lamongan, menjadi momentum penting bagi perjalanan o…

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Kebutuhan tenaga kerja yang adaptif dan memiliki kompetensi lintas disiplin menjadi salah satu tantangan pendidikan tinggi di tengah p…

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Sidoarjo - Yayasan Perguruan Al-Islam (YAPALIS) Krian kembali menggelar Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) King Cobra Season 3 t…

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Blockchain dan mata uang kripto sering disebut di dalam pembahasan yang sama. Keduanya memang berkaitan erat, namun blockchain dan …

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…