Pemkab Sampang Gelontorkan Rp 6 Miliar, untuk Insentif Ribuan Guru Ngaji

surabayapagi.com
Ilustrasi. Guru ngaji di Sampang, Jawa Timur. SP/ SMP

SURABAYAPAGI.com, Sampang - Sebagai bentuk kepedulian atas jasa para guru ngaji dalam memberikan pendidikan agama yang tersebar di 14 kecamatan se-kabupaten Sampang, Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat bakal memberikan insentif dalam memberikan pendidikan agama sebesar Rp 6 miliar lebih dari APBD 2024.

"Ada sebanyak enam ribuan orang guru ngaji yang mendapatkan insentif tahun ini. Dan saat ini proses pencairan bantuan mulai dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan seleksi administrasi kepada calon penerima bantuan," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Sampang Mohamad Fadeli, Selasa (22/10/2024).

Baca juga: Musim Tanam 2026, Pemkab Sampang Tambah Kuota Pupuk Bersubsidi Dorong Produktivitas Pangan

Lebih lanjut, untuk guru ngaji yang bisa mendapatkan bantuan insentif itu di antaranya bukan berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan memiliki anak didik yang belajar mengaji.

Sedangkan untuk, bantuan insentif guru ngaji ini sudah berjalan sejak tiga tahun lalu. Nantinya, guru ngaji akan kebagian insentif Rp 1 juta dalam setahun, melalui rekening yang dimiliki guru ngaji, setiap penerima insentif tersebut tidak ada aturan khusus terkait pemanfaatan insentif guru ngaji tersebut.

"Pencairan dilakukan sekali dalam setahun dan langsung ke nomor rekening penerima bantuan," katanya.

Baca juga: Anggaran BGN Belum Cair, Tujuh SPPG di Sampang Berhenti Beroperasi

Sebelum disalurkan, pihaknya mengaku telah memverifikasi untuk memastikan penerima memenuhi syarat untuk mendapatkan insentif. Verifikasi dilakukan berjenjang, mulai tingkat desa hingga kabupaten.

"Kami ingin penyalurannya tepat sasaran. Setiap tahun kami melakukan verifikasi terlebih dahulu," pungkasnya.

Baca juga: Pemkab Sumenep Apresiasi Guru Ngaji dengan Tunjangan Kehormatan

Sementara itu, diketahui jika bantuan tersebut tak hanya disalurkan untuk guru ngaji, akan tetapi juga untuk para marbot masjid sebanyak 200 orang dengan nilai bantuan yang sama, yakni Rp 1 juta per orang.

"Jadi, bantuan insentif kepada guru sebanyak 6 ribu orang dan marbot masjid sebanyak 200 orang," katanya. sm-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru