SURABAYAPAGI.com, Sampang - Dalam rangka mendukung layanan kesehatan di kalangan santri pondok pesantren di wilayah Sampang, Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tengah berupaya membentuk pos kesehatan pesantren (poskestren).
Pasalnya. menurut Penjabat Bupati Sampang Rudi Arifianto, kegiatan santri di pesantren memiliki aktivitas tinggi. Sehingga, penting diutamakan dengan mendirikan pusat layanan kesehatan khusus santri atau poskestren.
Baca juga: Kejar Penilaian Swasti Saba 2027, Pemkab Ponorogo Benahi Indikator Kesehatan
"Sehingga santri perlu dijaga kesehatannya. Jika santri tidak sehat, hal tersebut tentu akan berdampak pada proses belajar mengajar, di pesantren," ujarnya, Kamis (07/11/2024).
"Dengan demikian, kehadiran poskestren di pondok pesantren menjadi langkah positif untuk mendukung kesehatan para santri," imbuhnya.
Baca juga: Pemkot Surabaya Fungsikan 2.036 Posyandu Jadi Pusat Pelayanan Terintegrasi
Saat ini, Pemkab Sampang ini mengatakan bahwa untuk menyiasati kekurangan dokter, maka perlu kolaborasi antara puskesmas dengan poskestren. Salah satu pondok pesantren yang kini telah memiliki poskestren adalah Pondok Pesantren Darul Ulum Al-Wahidiyah di Desa Gersempal, Kecamatan Omben, Sampang.
"Poskestren juga harus berkolaborasi dengan puskesmas terdekat, saling mendukung untuk optimalisasi layanan kesehatan,” katanya menambahkan.
Baca juga: Tertular dari Keluarga, 254 Anak di Bawah 14 Tahun di Ponorogo Terjangkit TBC
Sebagai informasi, Poskestren ini, telah diresmikan pada 1 November 2024, setelah sebelumnya dilakukan survei dan dinyatakan memenuhi syarat untuk beroperasi.
Lebih lanjut, diharapkan dengan adanya Poskestren tersebut, kesehatan santri semakin terjaga sehingga dapat mendukung kegiatan belajar mengajar yang kondusif dan bermanfaat bagi pengembangan kualitas pendidikan di pondok pesantren itu. sm-02/dsy
Editor : Desy Ayu