SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Memasuki musim hujan menjadi peringatan tersendiri bagi para petani. Pasalnya, kejadian yang dikhawatirkan tersebut telah terjadi, yakni sekitar 300 hektare lahan pertanian di kawasan Situbondo, Jawa Timur, terdampak banjir bandang yang terjadi di sejumlah wilayah setempat.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Kabupaten Situbondo mencatat sebanyak ratusan hektare lahan pertanian milik petani di sejumlah kecamatan tanamannya rusak akibat tergerus banjir bandang. Bahkan, banyak lahan petani yang ditanam kembali pascabanjir pertama kembali rusak tergerus banjir, sehingga petani tidak berani untuk menanam lagi selama hujan masih turun.
"Banjir bandang kedua pada kemarin malam lebih besar dibandingkan banjir sebelumnya pada 21 Januari lalu, dan dampaknya cukup signifikan. Data sementara luasannya sekitar 300 hektare," ujar Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Rabu (11/03/2026).
Menurut Bupati Rio, di Desa Bloro, Kecamatan Besuki, lahan pertanian yang rusak saat banjir bandang 21 Januari lalu hanya seluas 5,5, namun banjir kedua ini semakin luas dan sedang dilakukan proses pendataan oleh tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan atau PPL.
"Saat ini petani banyak yang belum tanam kembali karena takut ada hujan lagi, terus banjir lagi," katanya.
Bupati meminta pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) setempat melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Permukiman setempat untuk penanganan pascabanjir. Dan diketahui, sebanyak ratusan hektare lahan pertanian petani yang didominasi padi, rusak karena tergerus banjir, infrastruktur jalan dan jembatan serta fasilitas umum lainnya juga rusak.
"Normalisasi dan permasalahan sampah yang ada di sungai kami minta segera dilakukan tindak lanjut agar sungai berfungsi dengan baik," kata Bupati Rio. st-01/dsy
Editor : Redaksi