SURABAYAPAGI.com, Pmekasan - Baru-baru program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali viral di media sosial (medsos) hingga membuat gaduh pihak sekolah terkait yakni di SMAN 2 Pamekasan. Dimana pihak sekolah menolak makanan yang dikirim karena dinilai tidak layak dibagikan kepada para siswa. Diketahui, dalam menu MBG tersebut berisi dua potong tempe, dua potong tahu, dan satu ekor ikan lele yang masih mentah.
Perwakilan sekolah menjelaskan kejadian penolakan MBG tersebut terjadi pada Senin (09/03/2026). Pihaknya menjelaskan alasan penolakan yakni karena kondisi lele masih hidup atau mentah. Selain itu, terlihat lele yang diberikan masih dalam kondisi mentah dengan kumis yang masih utuh sehingga dikhawatirkan cepat membusuk jika harus menunggu hingga waktu makan siang.
"Lele yang masih hidup ini diperkirakan akan membusuk sekitar pukul 12.00 WIB siang dan bisa merusak makanan lainnya. Jadi mohon maaf kepada pihak dapur, sekolah mengambil sikap demi keselamatan anak-anak," ujar perwakilan sekolah dalam video tersebut, Rabu (11/03/2026).
Ditegaskan kembali, jika pihak sekolah menilai makanan tersebut tidak layak dibagikan kepada siswa. Sehingga, pihak sekolah juga khawatir makanan tersebut tidak akan dimakan oleh siswa dan justru berakhir menjadi sampah. Sehingga, pihak sekolah menyatakan akan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait untuk menjadi bahan evaluasi distribusi makanan dari dapur penyedia.
"Ini sangat disesalkan oleh sekolah, karena terus terang nanti akan menjadi sampah di sekolah karena kemungkinan akan dibuang oleh anak-anak," lanjut perwakilan sekolah.
Sekolah bahkan mengusulkan adanya evaluasi hingga kemungkinan pemutusan kontrak dengan dapur penyedia, serta berpindah ke dapur lain apabila kualitas makanan tidak diperbaiki. Dan diketahui, SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan melayani sekitar 3.329 penerima manfaat. Mereka terdiri dari siswa SMA/SMK/MA, SMP/MTs, PAUD/TK, SLB, tenaga pendidik, serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah tersebut. pm-01/dsy
Editor : Redaksi