Sempat Ditutup 10 Hari, Pasar Hewan di Lumajang Kembali Dibuka

surabayapagi.com
Ilustrasi. Kegiatan jual beli ternak sapi di Pasar Hewan Lumajang, Jawa Timur. SP/ LMJ

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Pasar Hewan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang sempat ditutup sementara akibat darurat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), kini oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang, sudah dibuka kembali sejak Sabtu (01/02/2025).kemarin.

Meski telah dibuka kembali, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, DKPP Kabupaten Lumajang drh Endra Noviantodi tak henti-hentinya turut mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat dalam mengendalikan penyebaran PMK di pasar hewan saat pasar tersebut kembali dibuka.

Baca juga: Peternak Malang Diimbau Waspada Risiko Wabah PMK di Musim Hujan yang Tak Tentu

"Pembukaan pasar hewan menjadi angin segar bagi para peternak dan pedagang, namun tetap disertai dengan kewaspadaan tinggi terhadap potensi penyebaran PMK," katanya, Minggu (02/02/2025).

“Kami berharap masyarakat ikut berpartisipasi dalam pencegahan PMK. Pastikan ternak yang akan dijual dalam kondisi sehat dan bebas dari gejala PMK. Jika ditemukan ternak yang menunjukkan tanda-tanda terkena penyakit, maka sebaiknya tidak dijual dulu," imbuhnya.

Sementara itu, pemerintah daerah juga terus menggalakkan berbagai langkah strategis, termasuk vaksinasi massal guna meningkatkan daya tahan ternak terhadap PMK, untuk memastikan keamanan ternak.

Baca juga: Tekan Wabah PMK, Sampang Gencarkan Pemeriksaan Kesehatan Ternak Sapi Warga

"Selain itu, pengawasan di pasar hewan juga diperketat dengan penerapan prosedur kesehatan hewan yang lebih ketat," katanya.

Tak hanya itu, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya, termasuk vaksinasi untuk meningkatkan imun ternak, namun masyarakat juga diimbau untuk melakukan deteksi mandiri dan segera melaporkan jika menemukan ternak yang bergejala.

Baca juga: Jalankan Proyek VDRRSL, Lumajang Mulai Mitigasi Bencana Berkelanjutan

Pasalnya, Pemkab Lumajang berkomitmen untuk terus mendukung kesejahteraan peternak sekaligus menjaga kesehatan ternak di Lumajang, sehingga kasus PMK bisa ditekan semaksimal mungkin.

"Dengan adanya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, maka diharapkan aktivitas jual beli di pasar hewan dapat kembali berjalan normal tanpa meningkatkan risiko penyebaran PMK," ujarnya. lj-02/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru