SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang berkomitmen dengan berjanji pada Desember 2026 nanti sebanyak 2.791 rumah warga di Kecamatan Kedungjajang, dipastikan akan mulai teraliri air bersih.
Ribuan rumah warga tersebut terbagi di Desa Bence, Krasak, Pandansari, Tempursari, dan Sawaran Kulon, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang. Pasalnya, lima desa tersebut jadi langganan kawasan rawan kekeringan di Kabupaten Lumajang. Terutama, saat memasuki musim kemarau.
Nantinya, pemerintah akan membangun instalasi air bersih dari Sumber Air Mrutu yang akan disalurkan kepada tiga kecamatan di Kabupaten Lumajang bagian utara, meliputi Kecamatan Kedungjajang, Klakah, dan Ranuyoso.
"Saya ada kabar gembira, minggu depan akan dimulai pengerjaan pemanfaatan Sumber Air Mrutu," jelas Bupati Lumajang, Indah Amperawati, Rabu (10/06/2026).
Lebih lanjut, untuk mengalirkan air sampai tiga kecamatan, pembangunan instalasi akan dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama yakni mengalirkan air dari Sumber Air Mrutu ke reservoir atau penampungan air di Desa Sawaran Kulon. Setelah itu, air akan ditarik lagi ke reservoir lain yang ada di Desa Sawaran Lor, Kecamatan Klakah, dan Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso.
"Nanti, dimulai di Sawaran Kulon kemudian disalurkan ke rumah-rumah warga, nanti tahap kedua dan tiga ditarik dari Sawaran Lor dan Jenggrong," ungkapnya.
Terpisah, Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Lumajang, Iin Suhariyati, mengatakan bahwa pekerjaan sistem penyediaan air (SPAM) regional ini dilaksanakan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Adanya proyek SPAM regional ini diperkirakan bisa mulai dilakukan uji fungsi pada akhir 2026. "Jika melihat sifat pekerjaan bukan multiyears, jadi dimungkinkan untuk uji fungsi di akhir tahun anggaran berjalan," kata Iin. lj-01/dsy
Editor : Redaksi