SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun mencatat selama libur panjang Isra Mi'raj dan Imlek pada 25–29 Januari lalu, sampah yang terkumpul di Kota Silat tersebut mencapai 609.810 kilogram atau 672,2 ton.
Meski demikian, Kabid Sampah dan Limbah B3 DLH Kota Madiun Afandi menyebut jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 2–3 ton per harinya. “Angka itu dihitung berdasarkan jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Winongo,” katanya, Senin (03/02/2025).
Baca juga: Input Swakelola di SiRUP Jadi Sorotan, Anggaran Rp 45 Miliar Dinkes Madiun Dikritisi
Sampah tersebut diduga karena sebagian besar warga Kota Madiun memilih bepergian ke luar daerah selama long weekend lalu. Sedangkan untuk peningkatan produksi sampah kembali terjadi pada 28 Januari lalu. Setidaknya ada sekitar 141.730 kilogram sampah yang dikirim ke TPA Winongo saat itu.
“Sesuai pendekatan empiris berdasarkan pada penghitungan indeks praktis bangkitan sampah, diperkirakan ada sekitar 2.667 orang Kota Madiun yang ke luar daerah saat awal libur panjang lalu,” terangnya.
Baca juga: Libatkan Peran PA Kota Madiun, Pemkot Komitmen Tingkatkan Edukasi Hukum Islam
“Tapi, kalau dibandingkan ketika Sabtu (18/01/2025) lalu, tentu masih sedikit. Karena saat itu produksi sampah mencapai 184.720 kilogram,” imbuhnya.
Sementara itu, penyumbang produksi sampah terbesar adalah kalangan rumah tangga. Kemudian, wisatawan dan perhotelan yang memang ada peningkatan okupansi saat libur panjang lalu.
Baca juga: Tingkatkan Kesejahteraan, Pemkot Madiun Percepat Perlindungan BPJS-TK untuk 11 Ribu Pekerja
“Kalau berdasarkan penghitungan indeks praktis tadi diperkirakan ada sekitar 16 ribu orang dari luar daerah yang berkunjung ke Kota Madiun pada 28 Januari lalu,” ungkapnya. md-01/dsy
Editor : Desy Ayu