SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyebut Prabowo Subianto adalah presiden terkuat di dunia karena dukungan rakyat dan parlemen. Jokowi menyampaikan pujian itu saat pidato di Hari Ulang Tahun (HUT) Gerindra ke-17 di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/2).
Dia menyebut hasil lembaga survei yang mengukur kepuasan publik terhadap masa awal pemerintahannya hanya 62 persen, sementara Prabowo pada 100 hari mencapai 80,9 persen.
Baca juga: Ramadhan, Puasa, Mohon Ampunan Hingga Bikin Event
Menurut Jokowi tak ada presiden di negara mana pun yang memiliki dukungan sekuat Prabowo.
Pernyataan Jokowi ini talking news atau berita pidato. Dan untuk menjaga eksistensi jurnalis tidak cukup hanya berhenti pada talking news.
Berita ini telah beredar di lini media massa nasional baik digital maupun cetak. Ada yang bilang berita talking news bagaikan oase dan juga bagaikan tanah tandus dalam tubuh negara kesatuan Republik Indonesia ini.
Sementara alat ukur atau parameter utama yang digunakan wartawan untuk memutuskan meliput dan melaporkan suatu peristiwa atau fakta adalah nilai-nilai berita. Ada beberapa aspek pokok yang menentukan tinggi-rendahnya nilai berita suatu kejadian. Antara lain:
Kejadian yang layak diberitakan adalah informasi yang dianggap penting bagi publik (audiens), setidaknya kejadian tersebut berpengaruh langsung atau tidak langsung terhadap kehidupan publik. Apakah Jokowi, memuji muji presiden Prabowo, punya nilai berita Penting (significance).?
Seorang mantan pejabat setingkat SKPD Jatim bilang bosan. Katanya wis gak jamannya.
Seorang politisi di Senayan, anggap pujian Jokowi, tak ada magnitudenya.
Pujian Jokowi, cenderung cari muka, tak menyangkut kehidupan khalayak. Beda dengan peristiwa gempa bumi yang memakan banyak korban akan lebih banyak dibutuhkan oleh pembaca, dibanding pidato seremonial.
Baca juga: Xi Jinping: Kuda Simbol Kekuatan dan Ketekunan
***
Apakah Jokowi itu atasan Prabowo.? Secara konstitusional, bukan. Jokowi adalah pemimpin nasional yang digantikan Prabowo. Jadi Jokowi, bukan pimpinan Prabowo. Dan Prabowo, bukan anak buah Jokowi.
Setelah lengser, Jokowi tak bisa menutup mata atas kinerja Prabowo-Gibran dalam 100 kerja yang sangat baik. Akal sehat saya bilang, pujian Jokowi tak ada pengaruhnya bagi Prabowo, yang memang dirasakan oleh rakyat Indonesia. Jangan jangan, pujian Jokowi membuat kinerja tim pemerintahan Prabowo, mengalami penurunan.
Tampaknya pujian yang diberikan Jokowi, menurut akal saya diucapkan atas dasar penilaian yang subyektif.
Jokowi, sudah lengser. Ia juga tak punya kendaraan politik, seperti Megawati, SBY atau Bahlil. Ia adalah mantan presiden. Ketokohannya bisa jadi menyusut. Pidatonya bukan peristiwa luar biasa. Ini karena ketokohannya atau prominence menyusut.
Baca juga: Ajudan Jokowi, Bereaksi Rumah Bosnya Dianggap Tembok Ratapan
News value terkait ketokohan adalah salah satu kriteria yang digunakan untuk menentukan layak tidaknya seorang tokoh diberitakan. Standarnya, semakin terkenal seorang tokoh, maka semakin menarik perhatian khalayak dan memiliki nilai berita.
Pernyataan Jokowi, setelah lengser, bisa tak memiliki pengaruh besar di mata publik seperti komentar mantan pejabat di Pemprov Jatim.
Apalagi sebagai Presiden ke-7 Republik Indonesia, Jokowi, masuk dalam nominasi finalis tokoh Kejahatan Terorganisasi dan Korupsi 2024 versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP). Jokowi menjadi salah satu dari lima finalis yang paling banyak dipilih tahun 2024. Atas pilihan itu, Jokowi, meminta bukti keterlibatan dalam kasus korupsi di Indonesia.
Saat bersamaan Jokowi, dipecat oleh PDIP. Pemecatannya ditandatangani Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto. Beda saat Jokowi, masih presiden, ketokohannya diakui kebanyakan rakyat Indonesia.
Jokowi, pernah jadi orang terkemuka. Tampaknya, kini Jokowi, bukan semakin terkenal, sehingga kurang cocok untum bahan berita yang menarik lagi. Sama dengan mantan Presiden SBY dan Mega. Beda dengan putri Presiden Soekarno, yang masih memimpin PDIP, partai terbesar dalam Pemilu 2024 lalu. Juga Presiden Prabowo, makin hari semakin menarik untuk bahan berita, karena memiliki minimal 7 nilai berita. (radityakhadaffi@gmail.com)
Editor : Moch Ilham