Sistem Pengereman Bermasalah, Hyundai Recall 1.508 Unit Ioniq 5 N di AS

surabayapagi.com
Caption: Hyundai Ioniq 5 N terdampak recall di pasar AS. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Raksasa otomotif asal Korea Selatan, Hyundai baru saja mengumumkan kabar kurang menyenangkan terkait salah satu modelnya, yakni Ioniq 5 N dikabarkan terdampak penarikan kembali (recall) di Amerika Serikat (AS), lantaran mengalami masalah pada sistem pengereman, Rabu (19/03/2025).

Selain itu, terdapat laporan jika akibat sistem pengereman yang bermasalah telah menghasilkan satu kasus kecelakaan. Hyundai telah memberitahu kepada NHTSA bahwa mereka mengetahui satu kecelakaan terkait masalah ini hingga 6 Februari, saat mengajukan dokumen penarikan kembali ke lembaga tersebut. 

Baca juga: Hyundai Recall Model Santa Fe Model 2024 – 2025 Gegara Masalah Kamera Mundur

Tetapi, pabrikan berlogo ‘H’ miring ini belum mengetahui adanya kematian maupun kebakaran terkait hal tersebut. Oleh karenanya, saat ini, Hyundai telah melakukan program recall yang melibatkan sebanyak 1.508 unit Hyundai Ioniq 5 N di negeri Paman Sam. 

Menurut National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), sistem pengereman tersebut mengalami kesalahan perangkat lunak sehingga kinerjanya alami penurunan dan dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Baca juga: Porsche Akui Belajar dari Hyundai Ioniq 5 N untuk Kembangkan 718 EV

Hal itu terjadi khususnya saat fitur pengereman kaki kiri atau salah satu dari sekian perangkat yang diaktifkan perangkat lunak untuk membuat mobil tersebut menyenangkan untuk dikendarai.

Pabrikan menyarankan kepada pemilik Ioniq 5 N untuk berhenti menggunakan pengereman kaki kiri hingga mereka dapat membawa mobil merek ke dealer terdekat. 

Baca juga: Komponen Charging Door Bermasalah, Hyundai Recall Ioniq 6 di Indonesia

Lebih lanjut, pihak teknisi akan melakukan pembaruan perangkat lunak untuk unit kontrol kendaraan dan rem elektronik terintegrasi yang dilakukan secara gratis. Hyundai akan mengirim surat pemberitahuan kepada pemilik pada 7 April mendatang. jk-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru