Berkah Ramadhan, Produksi Kerupuk Rambak di Tulungagung Melonjak hingga 200 Persen

surabayapagi.com
strasi. Salah satu industri kerupuk rambak kulit kerbau dan sapi di Tulungagung, Jawa Timur. SP/ TLG

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Bulan Ramadhan tahun 2025 kali ini menjadi berkah tersendiri bagi para industri kerupuk rambak berbahan kulit kerbau dan kulit sapi di wilayah Tulungagung, Jawa Timur. Pasalnya, di bulan ini, produksi kerupuk rambak melonjak hingga 200 persen dibandingkan hari biasanya.

Berkah cuan tersebut dirasakan UD Intan jaya, salah satu sentra industri kerupuk rambak di Kelurahan Sembung, Tulungagung, Jawa Timur, yang selama 2-3 pekan terakhir mengalami peningkatan signifikan di tahun ini.

Baca juga: Sepanjang Fest: Zakaria Dimas NasDem Dorong Eksistensi Budaya Tradisional Seni Jaranan Wahyu Bawono

"Kalau sebelum-sebelumnya (hari biasa) satu hari produksi bisa menghabiskan setengah kuintal (500 kilogram) bahan baku kerupuk rambak, menjelang Lebaran ini sehari yang kami olah bisa satu kuintalan," kata pemilik usaha UD Intan Jaya, H. Waluyo, Rabu (19/03/2025).

Namun peningkatan ini disebutnya masih landai, mengingat pada tahun-tahun sebelumnya kenaikan volume produksi maupun permintaan bisa mencapai 300 persen bahkan lebih.

Baca juga: Momen Libur Lebaran, Omzet Pedagang Pantai Trenggalek Melonjak hingga 100 Persen

Lebih lanjut, Waluyo berharap lonjakan permintaan kerupuk rambak masih akan terjadi mendekati hari H Lebaran yang diperkirakan jatuh pada akhir Maret ini. Mengingat, sejak awal Ramadhan, total produksi telah mencapai lebih dari 150 kuintal untuk memenuhi permintaan konsumen lokal maupun luar daerah.

"Sekarang memang naik, sekitar dua kali lipat. Tapi biasanya lonjakan paling tinggi terjadi beberapa hari sebelum Lebaran. Kami prediksi permintaan bisa kembali normal seperti tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Baca juga: Pengrajin Ketupat di Pamekasan Kebanjiran Orderan Jelang Lebaran Ketupat

Meski demikian, Waluyo memastikan tidak ada penyesuaian harga meskipun terjadi peningkatan permintaan. Untuk harga kerupuk rambak sapi tetap Rp 115 ribu per kilogram dan rambak kerbau Rp 185.000 per kilogram. Sementara produk mentah dijual lebih murah, selisih sekitar Rp 5 ribu per kilogram.

"Biasanya menjelang Lebaran ada hambatan pengiriman, tapi tahun ini semua berjalan normal. Jadi produksi juga tidak terganggu. Selain itu, banyak pelanggan dari luar kota yang mengakui kualitas rambak Tulungagung lebih unggul, terutama dari segi rasa dan kerenyahan," pungkasnya. tl-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru