SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Lewat kemeriahan rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 tahun 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah berkomitmen untuk memperkuat sektor medical tourism atau wisata medis sebagai daya tarik baru bagi wisatawan luar daerah, khususnya dari Indonesia Timur.
Pasalnya, wisata medis tersebut telah menjadi bagian dari pengembangan pariwisata kota. Selain itu, Program tersebut dijalankan bersama Dinas Kesehatan dan sejumlah rumah sakit yang telah memiliki sertifikasi layanan wisata medis.
“Medical tourism ini ingin menunjukkan bahwa Surabaya tidak hanya punya wisata dan kuliner, tetapi juga layanan kesehatan yang berkualitas,” jelas Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Surabaya Farah Andita Ramdhani, Minggu (17/05/2026).
Dan perlu diketahui, dalam rangkaian HJKS 2026, sejumlah pusat perbelanjaan juga akan menggelar medical travel fair yang menghadirkan rumah sakit, klinik, hingga layanan konsultasi kesehatan.
Ketua Panitia SSF 2026 Hendra Lienanda, menilai konsep wisata medis dapat memperluas daya tarik Surabaya sebagai destinasi wisata terpadu. “Wisatawan diajak menikmati pengalaman wisata yang lebih lengkap, mulai dari belanja, hiburan, kuliner, hingga layanan kesehatan,” katanya.
Sementara itu, Ketua PHRI Surabaya Firman Sudi Permana memastikan hotel-hotel di Surabaya mulai menyesuaikan fasilitas untuk mendukung wisatawan medis. Beberapa hotel disebut telah menyiapkan akses kursi roda, kamar khusus, hingga area parkir ambulance bagi pasien dan keluarga.
“Medical tourism menjadi salah satu sektor potensial yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Surabaya,” ujar Firman.
Sehingga, dengan adanya event tahunan tersebut, Pemkot Surabaya berharap penguatan wisata medis mampu membuat wisatawan tinggal lebih lama sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi daerah selama HJKS berlangsung. sb-06/dsy
Editor : Redaksi