KKP Sebut Gudang Distribusi Garam Ponorogo Dongkrak Swasembada Nasional

surabayapagi.com
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono saat meninjau PT Garam di Ponorogo, Jawa Timur. SP/ PNG

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaporkan operasional gudang distribusi garam di Ponorogo, Jawa Timur turut mendongkrak pencapaian target swasembada nasional 2027 yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, salah satunya PT Garam memiliki peran penting dalam menjaga produksi dari hulu hingga hilir untuk mewujudkan swasembada garam 2027.

Baca juga: Masuk 10 Besar di Jatim, Dispertahankan Catat Produksi Padi di Ponorogo Capai 7,5 Ton per Hektare

"PT Garam merupakan salah satu BUMN yang memiliki tanggung jawab besar dalam pemenuhan swasembada garam,” kata Trenggono seusai peresmian gudang distribusi garam milik BUMN PT Garam di Ponorogo, Minggu (23/03/2025).

Untuk mendukung pencapaian target swasembada garam tersebut, pihaknya juga menyiapkan sejumlah langkah, di antaranya memastikan distribusi garam berjalan lancar sehingga tidak terjadi kelangkaan di tingkat pedagang dan konsumen.

Selanjutnya, menjaga stabilitas harga garam agar tetap terjangkau oleh masyarakat, tanpa merugikan para petani garam lokal, meningkatkan sinergi dengan para petambak garam dalam rangka meningkatkan produksi garam nasional.

Baca juga: Harga Naik Ugal-ugalan, Pemkab Ponorogo Genjot Diversifikasi Tanaman Kedelai Lokal

Serta mengurangi ketergantungan pada impor dan menyampaikan laporan terkini terkait produksi dan distribusi garam, termasuk tantangan yang dihadapi di lapangan.

“Kolaborasi antara pemerintah, BUMN dan pelaku usaha sangat dibutuhkan dalam rangka meningkatkan produksi garam nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor,” ucap dia.

Baca juga: Diterjang Banjir Sejak 2025, Dua Jembatan di Ponorogo Putus - Warga Terisolasi

Lebih lanjut, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyebut produk garam milik PT Garam ialah segitiga G, telah menguasai pasar lokal sejak lama, terutama saat peralihan dari garam non-yodium ke garam beryodium.

“Masyarakat Ponorogo sudah sangat akrab dengan garam segitiga G. Suplainya apalagi melampaui kebutuhan penduduk di sini. Mudah-mudahan ke depan mampu terus berkontribusi bagi pembangunan dan kesehatan di Ponorogo,” katanya. pn-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru