SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Kabupaten Trenggalek menyimpan destinasi wisata alam yang menggugah mata. Salah satunya, Goa Lowo yang juga terkenal sebagai gua terpanjang di kawasan Asia Tenggara menawarkan sensasi petualangan seru sambil menikmati pesona alam yang indah. Gua tersebut juga terkenal sebagai gua terpanjang di kawasan Asia Tenggara.
Diketahui, Goa Lowo yang berada di Kambe, Watuagung, Watulimo, Kabupaten Trenggalek termasuk gua terpanjang di Asia Tenggara dengan panjang sekitar 2 km dan berada di 27 km dari pusat Kota Trenggalek, Rabu (09/04/2025).
Baca juga: Wisata Bukit Tawap Pagar Batu Dipadati Ribuan Pengunjung Selama Libur Lebaran 2026
Sementara itu, terkait sejarah gua terpanjang di Asia Tenggara tersebut bermula dari penemuannya tahun 1931 oleh Lomedjo dengan kondisi tertutup semak belukar dan berada di hutan rimbun.
Nama Goa Lowo diambil karena di dalamnya terdapat banyak kelelawar atau dalam bahasa Jawa disebut lowo. Goa Lowo memiliki panjang sekitar 2 km dan ruang-ruang yang terbilang lebar.
Baca juga: Pesona Pantai Karanggongso, Jadi Primadona Baru Kawasan Selatan Pulau Jawa
Pada 1984, Goa Lowo resmi dibuka sebagai objek wisata dan banyak dikunjungi masyarakat yang tengah liburan di Trenggalek berkat keunikan dan pemandangan indahnya. Bagi yang tertarik untuk berkunjung, Goa Lowo buka setiap hari, pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Tiket masuk destinasi wisata tersebut adalah Rp10.000 per orang.
Pengunjung bisa menikmati keindahan alam yang berada di kawasan Goa Lowo, mulai dari pepohonan hijau, hingga perbukitan. Pengunjung dapat duduk santai maupun berjalan-jalan sambil menikmati udara segar.
Baca juga: Destinasi Alam Coban Talun Malang, Suguhkan Spot Instagramable yang Diburu Wisatawan
Gua terpanjang di Asia Tenggara ini juga cocok dijadikan spot foto, terlebih lagi jika gemar mengunggahnya di media sosial. Pencahayaan alami dan formasi batuan unik bisa dijadikan latar
Goa Lowo juga mempunyai kolam renang dengan air menyegarkan, sehingga bisa dijadikan opsi wisata usai menjelajahi keindahan gua. Pengunjung bisa berenang sambil menyegarkan tubuh dan menikmati pemandangan indah. Sembari menikmati ukiran bebatuan yang terbentuk secara alami dari partikel air yang kaya mineral dan mengendap selama ribuan tahun di dalam gua. tr-01/dsy
Editor : Desy Ayu