SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Menindaklanjuti khususnya petani di Trenggalek bisa merasakan manfaat Bendungan Bagong menjelang musim kemarau ekstrem (fenomena El Nino), kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat telah mendorong percepatan penyelesaian proyek Bendungan Bagong agar berjalan sesuai rencana.
Sebagai pelaksana proyek, Corporate Secretary PT PP Joko Raharjo mengatakan, proyek pembangunan Bendungan Bagong paket III bernilai kontrak sebesar Rp 402,31 miliar. Masa pelaksanaannya selama 1.473 hari kalender, terhitung sejak 20 Desember 2024.
Dan untuk saat ini, capaian pembangunan telah menyentuh 59,49%, atau lebih cepat target yang direncanakan yakni 56,56%. Bendungan Bagong berkapasitas 17,4 juta meter kubik, dengan proyeksi pasokan air irigasi mencakup 977 hektare lahan pertanian.
Nantinya, bendungan tersebut akan menyediakan air baku sebesar 153 liter per detik, dan berperan dalam pengendalian banjir di Kabupaten Trenggalek. Dan dalam pelaksanaannya, pembangunan tersebut menghadapi tantangan teknis yang kompleks yang bertumpu pada lapisan koluvial.
Sehingga memerlukan rekayasa engineering khusus untuk memastikan stabilitas dan keamanan struktur, sehingga butuh mengimplementasikan berbagai inovasi konstruksi guna meningkatkan efektivitas pekerjaan serta menjaga standar keselamatan kerja.
“Proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung ketahanan air dan peningkatan produktivitas pertanian,” ujar Joko, Selasa (05/05/2026). tr-01/dsy
Editor : Redaksi