Rekor! Pemkot Madiun Panen Sampah Capai 300 Ton Selama Libur Lebaran

surabayapagi.com
Ilustrasi. Petugas Pemerintah Kota Madiun bergotong royong membersihkan sampah di area sungai yang sudah menumpuk. SP/ MDN

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun mencatatkan rekor selama libur Lebaran terkait menumpuknya sampah yang memadati tempat wisata dan mal yang ada di Kota Madiun, Jawa Timur.

Padahal, menurut Wali Kota Madiun Maidi, sebelumnya sampah di Kota Madiun paling banyak mencapai 100 ton per hari. Namun, melihat tingginya jumlah pengunjung di Kota Madiun, mengakibatkan meningkatnya jumlah sampah hingga 300 ton setiap harinya. 

Baca juga: Ultimatum Satpol PP: THM Tak Berizin di Kota Madiun Bakal Ditutup

“Saya kemarin melihat penampungan sampah, ternyata sampah naik hingga tiga kali lipat. Kalau hari biasa 100 ton, sekarang (saat libur Lebaran) menjadi 300 ton,” tutur Maidi, Kamis (10/04/2025).

“Logika saya, sampah semakin tinggi berarti pengunjung semakin banyak,” imbuhnya.

Baca juga: Pantau Destinasi Wisata, Pemkab Banyuwangi Terjunkan Tim Siaga Nataru

Diketahui, tercatat, jumlah pemudik yang mengunjungi Kota Madiun mencapai 145 ribu kendaraan per harinya. Jumlah pemudik yang datang ke Kota Madiun diketahui antara lain berdasarkan pantauan CCTV yang terpasang di pintu masuk dan lokasi tempat wisata. 

Sebelum libur Lebaran, menurut Maidi, jumlah kendaraan yang terpantau masuk di Kota Pecel cuma mencapai 50 ribu kendaraan setiap harinya. Sedangkan, sampah yang menggunung di Madiun banyak dihasilkan dari sisa makanan atau pembungkus makanan, seperti daun bungkus nasi pecel.

Baca juga: Perayaan Tahun Baru: Pemkot Madiun Tiadakan Pesta Kembang Api, Ganti Doa Bersama

Selanjutnya, untuk menampung tambahan sampah tersebut, kata Maidi, Pemkot Madiun akan lebih dulu memindahkan tumpukan sampah yang ada di TPA ke tempat-tempat yang membutuhkan urukan. 

“Untuk menampung sampah itu (sampah yang dihasilkan saat libur Lebaran), sampah yang sudah 10 tahun saya ambil semua, dan dibawa ke tempat yang memerlukan urukan,” kata Maidi. md-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru