Percepat Penuntasan Kawasan Kumuh, Disperkim Tulungagung Usulkan Rp100 M

surabayapagi.com
Salah satu titik kawasan yang terlihat kumuh di pusat kota Tulungagung, Jawa Timur. SP/ TLG

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Dalam rangka mempercepat penuntasan kawasan kumuh di lingkup Kabupaten Tulungagung hingga akhir 2025 ini, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) setempat akan mengajukan usulan anggaran sekitar Rp100 miliar.

Percepatan program tersebut merujuk surat keputusan (SK) pengentasan kawasan kumuh tahun 2019, luasan kawasan yang tersisa tinggal delapan hektare. Dimana, Disperkim juga mengusulkan penuntasan empat kawasan kumuh baru di Kecamatan Tulungagung, yakni Taman Karangwaru, Kali Jenes, bantaran rel kereta api, dan kawasan Sungai Ngrowo.

Baca juga: Tulungagung Catat Tren Positif, Realisasi PAD Program Parkir Berlangganan Capai 21 Persen

"Bagian yang belum tuntas hanya tinggal pengaturan drainase. Anggaran yang disiapkan untuk itu sebesar Rp400 juta dan akan dikerjakan tahun ini," ujar Kepala Disperkim Tulungagung Anang Prastitianto, Jumat (18/04/2025).

Sedangkan untuk kawasan bantaran rel, Anang merinci mencakup wilayah dari belakang Stasiun Tulungagung (Kelurahan Kampungdalem) hingga Kelurahan Kenayan. Adapun wilayah Kali Jenes disisir sepenuhnya hingga bermuara di Kali Ngrowo.

Baca juga: Wujudkan Ketahanan Pangan Dampak Dinamika Global, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Salurkan Bantuan CPP

"Empat kawasan ini menjadi prioritas kami tahun ini, meski anggarannya masih kami usulkan," ujarnya.

Selain itu, perbaikan tak hanya fokus pada drainase, tetapi juga menyasar perbaikan rumah, akses jalan, fasilitas sanitasi, hingga penyediaan alat pemadam api ringan (APAR). 

Baca juga: Insiden Bensin Bocor, Warga di Tulungagung Alami Luka Bakar Serius di Kaki

Dengan begitu, keempat kawasan itu bisa terbebas dari kawasan kumuh, apalagi drainase pada kawasan itu cukup buruk.  "Terutama di bantaran rel kereta api, setiap hujan selalu banjir karena sistem drainasenya sudah tidak layak," tandasnya. tl-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru