Pacu Pemerataan Pendidikan, Kebijakan Khofifah Jadi Motor Pembangunan Daerah Tertinggal

surabayapagi.com
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. SP/ SUGENG

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kebijakan pendidikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan dampak besar terhadap pembangunan Jatim. Program beasiswa yang dirancangnya dinilai tidak hanya menjawab kebutuhan dan menyiapkan SDM unggul masa depan namun juga mendorong pembangunan daerah.

Berdasarkan data terbaru dari UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP) Dindik Jatim, total kuota beasiswa kini mencapai 72.841 siswa, meningkat 28,59 persen dibandingkan angka sebelumnya sebanyak 56.647 siswa.

Baca juga: Gubernur Khofifah Berangkatkan 3.000 Peserta Mudik Gratis Kapal Laut dari Pelabuhan Jangkar

“Kebijakan pendidikan Khofifah mencerminkan komitmen kuatnya mempersiapkan generasi masa depan Jawa Timur yang unggul dan siap menghadapi tantangan global,” ujar Pengamat Politik Universitas Indonesia, Meidi Kosandi.

Dia menilai kebijakan pendidikan yang dijalankan Khofifah sebagai cerminan komitmen kuat dalam mempersiapkan generasi berkualitas. Visi ini diarahkan untuk mencetak sumber daya produktif berkualitas global.

Menurut Meidi, pendekatan Khofifah tidak semata menysoal bantuan finansial bagi pelajar, tetapi dirancang sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah. Beasiswa menjadi alat strategis untuk menjawab tantangan ketimpangan kualitas SDM di berbagai sektor.

Baca juga: Pererat Ukhuwah Islamiyah, Khofifah Bagikan Mushaf Madinah Hadiah Raja Salman di Jatim

“Pendekatan ini memastikan beasiswa tak hanya membantu secara ekonomi dalam jangka pendek,” jelasnya.

Lebih jauh dia menambahkan penting bagi daerah untuk memiliki pemimpin yang berpikir sistemik dalam merancang kebijakan pendidikan. Khofifah disebut berhasil merumuskan model pendidikan yang menjembatani kebutuhan sosial, ekonomi, dan industri.

Baca juga: Kapolri Janjikan Desk Ketenagakerjaan Polri Disiapkan hingga Polres

Melalui visi pendidikan terintegrasi, kata dia, Khofifah telah menghadirkan kepemimpinan yang solutif dan progresif. Berbagai programnya membuktikan pendidikan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi inklusif dan merata.

“Juga mendukung pembangunan SDM yang mampu menggerakkan kemajuan industri dan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” pungkasnya. Hk

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru