Puskeswan Ketapang Diduga Pungli Eartag Sapi, Capai Puluhan Ribu Per Ekor

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Sampang-
Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Ketapang diduga lakukan praktek pungli Eartag Hewan sapi.

Padahal Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebelumnya telah melakukan pemberian eartag (anting identitas) gratis pada sapi sebagai upaya untuk mempermudah pemantauan identitas dan kesehatan hewan, serta mencegah penyebaran penyakit menular seperti PMK (Penyakit Mulut dan Kuku).

Baca juga: Camat hingga Dinas PMD Madiun Datangi Kejaksaan, Tegaskan Isu Dugaan Pungli Tak Benar

Namun, faktanya di lapangan berbeda. ada beberapa daerah di Sampang utamanya bagian Pantura bahwa Eartag tersebut disana diperjualbelikan. Mengutip dari beberapa sumber yang enggan disebutkan namanya, bahwa di Pantura Eartag tersebut dijual seharga Rp 50-75 ribu.

"Iya mas, di sini Eartag diperjualbelikan, ada koordinator khusus yang menjual Eartag, padahal harusnya ini gratis,"ujarnya.

Baca juga: Dewan Desak Pemkot Tindak Tegas Oknum ASN Lakukan Pungli

Dugaan praktek pungli tersebut diduga berlangsung sejak lama, sejak masuknya PMK pada sapi di Sampang. Eartag tersebut baru diperjualbelikan. Hal itu menjadi keluhan bagi para peternak karena harus mengeluarkan uang biaya anting itu.

Sementara itu, Puskeswan Ketapang Fendi mengaku bahwa Eartag tersebut gratis. 

Baca juga: Diduga Terkait Eartag Sapi, Kadispertan Sampang Dipanggil Bupati

"Memang gratis, tapi bila ada  yang bilang pungli itu tidak benar. Namun jika ada yang ngasih uang ke saya, itu lain persoalan,"ucapnya.

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang Suyono, bungkam. Suyono tidak membalas pesan dan tak menjawab panggilan WhatsApp padahal dia sedang online.gan

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru