Ketua DPRD Gresik Dorong Masuknya Investasi untuk Dongkrak PAD dan Lapangan Pekerjaan

Reporter : M. Aidid Koresponden Gresik
Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir. SP/M Aidid

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Ketua DPRD Gresik M Syahrul Munir mendorong masuknya investasi di Kabupaten Gresik bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan ketenagakerjaan.

"Jangan sampai dengan banyaknya  investasi yang masuk di Kabupaten Gresik tidak berdampak signifikan terhadap pendapatan daerah (PD) dari sektor PAD dan ketenagakerjaan. Untuk itu, saya mendorong masuknya investasi di Gresik berbuah terhadap naiknya PAD dan rekrutmen tenaga kerja lokal untuk mengurangi angka pengangguran," ujar Syahrul.

Baca juga: DPRD Gresik Pilih Tahan Pencairan Pokir Usai Dapat Masukan KPK

Menurut Syahrul, investasi di Kabupaten Gresik semakin tahun mengalami peningkatan. Kondisi ini membuahkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gresik juga terus bertumbuh. 

Ia mencontohkan, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Gresik tahun 2024 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 4,79 persen.

"Tentunya banyaknya investasi masuk di Gresik membuahkan ekonomi Gresik terus bertumbuh," tutur anggota Fraksi PKB ini.

Syahrul pun lantas membeberkan geliat investasi di Kabupaten Gresik sehingga memberikan sumbangsi terhadap nilai investasi di Jawa Timur.

"Pada tahun 2024 investasi di Kabupaten Gresik tertinggi di Jawa Timur, yakni tembus di angka Rp37,91 triliun," katanya.

Ditambahkan Syahrul,  tingginya investasi diharapkan diikuti naiknya PAD Gresik.

Baca juga: Triwulan III 2025, Realisasi Investasi Surabaya Tembus Rp 31,3 Triliun

"Tentunya dengan banyaknya investasi yang masuk ke Gresik harus berbanding lurus dengan pendapatan," tandasnya.

Lebih jauh Syahrul menyampaikan, pada 2025, APBD diproyeksikan sebesar Rp3,844 triliun. Pendapatan sebesar itu antara lain bersumber dari PAD yang diproyeksikan mencapai Rp1,544 triliun.

"DPRD selaku penggodok anggaran menginginkan target PAD itu bisa tercapai, syukur-syukur bisa terlampaui. Untuk itu, dengan tingginya investasi di Gresik PAD pun diharapkan ikut terdongkrak," harapnya.

Dengan tingginya PAD yang masuk akan sangat berpengaruh signifikan terhadap kekuatan fiskal APBD untuk menopang pembiayaan pembangunan.

Baca juga: Kejar Target Realisasi Investasi, DPMPTSP Kota Mojokerto Komitmen Gelar Bimtek LKPM

Tidak hanya sektor PAD, tambah Syahrul, tingginya investasi yang masuk di Gresik  juga diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja (ketenagakerjaan) baru untuk mengurangi angka pengangguran.

"Berdasarkan data BPS tahun 2024 tingkat pengangguran terbuka (TPT) Gresik masih di kisaran 6,45 persen. Sementara Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 71,61 persen," ungkapnya.

Ia menambahkan, masih tingginya angka pengangguran di Kabupaten Gresik menjadi atensi khusus DPRD Gresik. Karena itu, DPRD menginisiasi peraturan daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan. 

"Dalam perda ini diatur bahwa perusahaan di Gresik setiap  rekrutmen tenaga kerja wajib menyerap 60 persen  warga ber-KTP Gresik atau tenaga kerja lokal," tutup  Syahrul. 

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru