Cuaca Ekstrem, Luas Tanam Tembakau di Jombang Diprediksi Menyusut

surabayapagi.com
Musim tanam tembakau. SP/ JBG

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Jombang bakal mempengaruhi progres penanaman tembakau yang diprediksi tahun ini akan menyusut.

Pasalnya, dari luas tanam 6.100 hektare lahan yang ditargetkan ditanami tembakau tahun ini, menurun hingga 25 persen. Jumlah itu setara 1.525 hektare.

Baca juga: Muktamar NU-35 Di Jombang Ricuh, Ratusan Masa Gruduk Arena Pleno Desak Pimpinan Sidang Diganti

’’Perkiraan kami kemungkinan penurunannya mencapai 25 persen,’’ kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Much Rony, Senin (16/06/2025).

Oleh karena itu banyak petani yang kini belum berani memulai menanam tembakau karena cuaca hujan. Namun, ada pula petani yang sudah menanam namun rusak kembali dan akan kembali menanam tembakau.

Baca juga: Cuaca Ekstrem hingga 10 Hari tak Melaut, Nelayan Sidoarjo: Minim Tangkapan Ikan

’’Ada yang sampai lima bahkan enam kali diganti bibitnya karena rusak kena hujan. Jadi memang masih akan tanam lagi asal ada jeda hujan,’’ paparnya.

Dia juga memprediksi akan ada pergeseran masa tanam, atau masa tanam mundur. Bahkan, banyak juga petani yang memilih realistis dengan mengganti tanaman mereka. Seperti terjadi di Kecamatan Plandaan.

Baca juga: Harga Ikan di Pasar Pabean Surabaya Alami Kenaikan Imbas Cuaca Esktrem Wilayah Perairan

’’Di Plandaan ada 120 hektare lahan yang sebelumnya cabai dan tembakau bergeser ke padi karena hujan yang masih tinggi,’’ bebernya.
Karena itu, jika penanaman tembakau masih akan berlanjut di sejumlah wilayah utara Brantas, pihaknya memperkirakan luasannya akan berkurang. jb-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru