Amicus Curiae Mantan Menteri, Bela Wartawan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Roy Pakpahan bersama 28 tokoh koalisi Insan Pers dan Masyarakat Sipil saat mengajukan amicus curiae terkait eks Direktur Pemberitaan Jak TV, yang didakwa merintangi penyidikan.
Roy Pakpahan bersama 28 tokoh koalisi Insan Pers dan Masyarakat Sipil saat mengajukan amicus curiae terkait eks Direktur Pemberitaan Jak TV, yang didakwa merintangi penyidikan.

i

Jaksa Dakwa Direktur Pemberitaan Jak TV, Buat Program dan Konten Bentuk Opini Negatif di Publik Terkait Penanganan Tiga Perkara Korupsi Minyak Goreng

 

 

 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Tian Bahtiar selaku Direktur Jak TV, dijadikan terdakwa kasus perintangan penyidikan tiga perkara korupsi, bikin geger publik.

Kini, Menteri Hukum dan HAM RI periode 2011-2014, Amir Syamsudin mengajukan amicus curiae untuk terdakwa Tian Bahtiar selaku Direktur Jak TV. Amir mengajukan amicus curiae bersama 27 orang lainnya termasuk Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2013-2015, Hamdan Zoelva.

Amicus Curiae itu diserahkan ke hadapan majelis hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (18/2/2026). Sebanyak 28 tokoh yang mengajukan amicus curiae ini tergabung dalam Koalisi Insan Pers dan Masyarakat Sipil.

"Ada 28 tokoh yang menyampaikan amicus curiae yang diajukan kepada majelis hakim dan kami sudah mendapatkan salinan dari yang bersangkutan," ujar pengacara Tian Bahtiar di persidangan.

"Boleh kami terima ajalah ini dulu, karena yang PTSP belum sampai ke kami," ujar ketua majelis hakim Efendi.

 

Apa itu Amicus Curiae

Amicus curiae (sahabat pengadilan) adalah pihak ketiga—individu, lembaga, atau organisasi—yang tidak terlibat langsung dalam suatu perkara, namun berkepentingan dan sukarela memberikan pendapat hukum, informasi, atau dokumen tertulis kepada pengadilan. Tujuannya adalah membantu hakim memahami isu hukum kompleks dan dampaknya terhadap kepentingan publik.

 

Soal Kebebasan Pers

Salah satu perwakilan koalisi, Roy Pakpahan menyinggung soal kebebasan pers. Roy mengatakan perkara Tian seharusnya diadili dengan mengutamakan UU Pers.

"Ini soal kebebasan pers. Mengadili saudara Tian dalam konteks kasus kebebasan pers, tentu yang harus diutamakan adalah Undang-Undang tentang Pers," kata perwakilan koalisi, Roy Pakpahan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Dia menilai kasus yang melibatkan Tian tidak bisa diarahkan menjadi pidana murni karena kebebasan pers dijamin saat menulis, membuat, maupun memproduksi berita, yang merupakan kerja jurnalistik. Dia berharap amicus curiae ini bisa menjadi pertimbangan Majelis Hakim dalam memutuskan kasus yang menimpa Tian dengan pendekatan UU Pers.

"Kalau sampai pekerjaan jurnalistik ini dianggap menjadi suatu hal yang bisa dipidana, ya berarti ini akan bisa berlaku untuk siapa saja komunitas pers," ujarnya.

 

Uji Materi UU Pers

"Siapa saja, mau media elektronik, media cetak, semua bisa masuk begitu," tambahnya.

Dia juga mengingatkan adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait uji materi UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang diajukan Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum). Dia mengatakan Mahkamah menyatakan sanksi pidana maupun perdata tidak boleh dijadikan sebagai instrumen utama untuk menyelesaikan sengketa yang berkaitan dengan karya jurnalistik hasil kerja kewartawanan atau pers.

"Putusan MK itu kan harus dilaksanakan oleh semua pihak. Nggak ada banding di situ, berlaku langsung, berlaku dieksekusi segera," ujarnya.

 

Jalankan Skema Nonyuridis

Selain Amir Syamsudin dan Hamdan Zoelva, anggota koalisi yang menyerahkan amicus curiae ini di antaranya anggota DPR RI Bonnie Triyana dan Abidin Fikri. Lalu, Ketua LPSK periode 2019-2024, Hasto Atmojo Suroyo, Wakil Ketua KPK periode 2011-2015, Bambang Widjojanto, Ketua Dewan Nasional sekaligus pendiri SETARA Institute, Hendardi hingga pendiri Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Satrio Arismunandar.

Dalam kasus ini, Tian Bahtiar bersama Juanedi Saibih selaku advokat dan Adhiya Muzzaki selaku buzzer, didakwa merintangi penyidikan tiga perkara korupsi. Jaksa mengatakan para terdakwa membuat program dan konten yang bertujuan membentuk opini negatif di publik terkait penanganan tiga perkara tersebut.

Tiga perkara itu yakni kasus korupsi tata kelola komoditas timah, korupsi impor gula di Kementerian Perdagangan RI serta perkara korupsi pengurusan izin ekspor crude palm oil (CPO) atau bahan minyak goreng. Jaksa mengatakan para terdakwa menjalankan skema nonyuridis di luar persidangan dengan tujuan membentuk opini negatif seolah-olah penanganan perkara tersebut dilakukan dengan tidak benar. n erc/jk/cr5/rmc

Berita Terbaru

Rayakan HUT ke 28, Ketum IJTI Ingatkan Pentingnya Jurnalis Membangun Kolaborasi dan Kredibilitas

Rayakan HUT ke 28, Ketum IJTI Ingatkan Pentingnya Jurnalis Membangun Kolaborasi dan Kredibilitas

Senin, 07 Sep 2026 20:39 WIB

Senin, 07 Sep 2026 20:39 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Informasi yang cepat diera digitalisasi harus disikapi dengan cara yang bijak, produk jurnalistik harus terus hadir secara persisi…

Wujudkan Infrastruktur Jalan Mulus dan Terkoneksi, Bupati Lamongan Diganjar Penghargaan dari IJTI

Wujudkan Infrastruktur Jalan Mulus dan Terkoneksi, Bupati Lamongan Diganjar Penghargaan dari IJTI

Senin, 07 Sep 2026 20:34 WIB

Senin, 07 Sep 2026 20:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Langkah kongrit bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam mewujudkan infrastruktur jalan mulus terkoneksi antar wilayah, diganjar…

Hari Pelanggan Nasional, PLN UIT JBM Perkuat Sinergi Dengan Stakeholder Sektor Industri Manufaktur

Hari Pelanggan Nasional, PLN UIT JBM Perkuat Sinergi Dengan Stakeholder Sektor Industri Manufaktur

Senin, 07 Sep 2026 19:23 WIB

Senin, 07 Sep 2026 19:23 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Memaknai Hari Pelanggan Nasional (HPN) yang diperingati setiap 4 September, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur d…

‎Skor LPPD Naik, Bupati Madiun: Jangan Cuma Kejar Nilai

‎Skor LPPD Naik, Bupati Madiun: Jangan Cuma Kejar Nilai

Senin, 07 Sep 2026 17:39 WIB

Senin, 07 Sep 2026 17:39 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun - Skor kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah Kabupaten Madiun meningkat dalam evaluasi nasional. Meski demikian, Bupati Madiun H…

Sekjen PP AMPG Sebut Diklatda Jatim Pilot Project Kaderisasi Anak Muda se Indonesia

Sekjen PP AMPG Sebut Diklatda Jatim Pilot Project Kaderisasi Anak Muda se Indonesia

Senin, 07 Sep 2026 15:43 WIB

Senin, 07 Sep 2026 15:43 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG), Ubaidillah, menilai pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan …

Dibuka 10 September, Truk Kini Bisa Lewati Jembatan Buk Wedi Pasuruan

Dibuka 10 September, Truk Kini Bisa Lewati Jembatan Buk Wedi Pasuruan

Senin, 07 Sep 2026 15:24 WIB

Senin, 07 Sep 2026 15:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Setelah proses pembangunan jembatan selesai, kini kendaraan besar dapat kembali melewati Jembatan Buk Wedi di Kota Pasuruan mulai…