Reses di Bojonegoro, Ony Setiawan Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Kesenian dan Digital

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Bojonegoro – Anggota DPRD Jawa Timur dari Komisi B, Ony Setiawan, menggelar reses atau kegiatan serap aspirasi bersama warga Bojonegoro, dengan fokus utama pada pengembangan ekonomi kreatif, khususnya di sektor kesenian dan budaya lokal. Reses ini juga menerima masukan strategis dari warga, mulai dari keluhan pupuk hingga nasib kesenian tradisional.

Sebagai legislator yang membidangi perekonomian—meliputi pertanian, perdagangan, koperasi, pariwisata, dan perikanan—Ony menyoroti pentingnya skala usaha dalam pemberdayaan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa pihaknya fokus pada pengembangan usaha kecil, sementara usaha mikro memiliki jalur tersendiri.

“Untuk pengembangan usaha kecil, kami di Komisi B siap memfasilitasi. Di Jatim ada Bank UMKM dengan bunga hanya 3 persen per tahun. Silakan warga akses ke kantornya, tentu tetap harus memenuhi syarat BI Checking," jelas Ony di hadapan warga Bojonegoro, Jumat (13/2/2026).

Namun, yang menjadi sorotan utama dalam reses kali ini adalah potensi besar ekonomi kreatif di Bojonegoro yang belum tergarap maksimal. Ony mendorong adanya terobosan pemberdayaan ekonomi berbasis kesenian dan teknologi digital.

"Saya mengusulkan ada kreasi terobosan pemberdayaan ekonomi seperti bidang kesenian, misalnya Tari Tayub. Atau ekonomi digital dengan kelompok masyarakat yang berinovasi lewat teknologi internet dan media sosial. Ini bisa jadi sumber pendapatan baru," jelas anggota Fraksi PDI PErjuangan dari Daerah Pemilihan Jatim XII (Tuban-Boojengoro) ini.

 

Aspirasi Warga: Pupuk Langka, Kesenian Terlantar

Dalam itu, warga juga menyampaikan sejumlah keluhan krusial. Salah satu persoalan yang mendominasi adalah kelangkaan pupuk bersubsidi, terutama di Kecamatan Dander dan Kalitidu.

"Masalah pupuk dari dulu sampai sekarang tidak selesai. Di wilayah kami, kalau mau beli pupuk subsidi tidak ada. Tapi di tempat lain ada dengan harga tinggi. Petani banyak mengeluh karena ini sumber pendapatan utama," ujar seorang petani setempat.

Menanggapi hal ini, Ony menjelaskan bahwa regulasi terbaru mengubah skema distribusi pupuk.

"Pupuk sekarang distribusinya langsung dari PT Pupuk Indonesia ke distributor, tidak lagi berdasarkan kuota daerah. Sejak ada Peraturan Presiden, seharusnya pemerintah tidak lagi terlibat langsung. Tapi kami akan dorong agar akses petani tetap dipermudah," tegasnya.

Aspirasi lain datang dari Kelurahan Ledok Kulon. Warga menyampaikan keprihatinan atas minimnya dukungan terhadap Kesenian Sandur, kesenian asli Bojonegoro berbentuk teater tradisional yang pernah tampil di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

"Penggiatnya terbatas, sehingga pementasan sangat jarang. Padahal ini kesenian asli Bojonegoro. Mohon bantuan untuk digiatkan lagi dengan even-even kesenian dan kebudayaan.

Warga juga menyoroti ketiadaan sanggar atau taman budaya di Bojonegoro sebagai tempat aktivitas seni, seperti musik, gamelan, tari, dan seni lukis.

"Bojonegoro belum punya tempat berkumpulnya para seniman atau taman budaya. Padahal kesenian kita sudah melanglang buana hingga ke panggung internasional. Ini harus jadi perhatian kita semua, seperti halnya Bali dan Yogyakarta yang maju karena budayanya hidup," imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Ony Setiawan berjanji akan memperjuangkan penguatan ekosistem kesenian di Bojonegoro.

"Kita harus bergerak bersama. Ekonomi kreatif berbasis kesenian dan teknologi bisa menjadi motor baru perekonomian warga. Saya akan dorong agar Pemda lebih hadir, baik melalui even tahunan, pendirian sanggar budaya, hingga dukungan anggaran untuk kelompok seni," pungkasnya.

Dengan sinergi antara pemerintah, DPRD, dan pelaku seni, Bojonegoro diharapkan tidak hanya dikenal sebagai kota minyak, tetapi juga sebagai pusat kebudayaan yang menghidupi warganya secara ekonomi. rko

Berita Terbaru

Maknai Hari Pelanggan Nasional, PLN UIT JBM Berikan Peningkatan Sistem Proteksi Bagi Pelanggan Industri Strategis

Maknai Hari Pelanggan Nasional, PLN UIT JBM Berikan Peningkatan Sistem Proteksi Bagi Pelanggan Industri Strategis

Jumat, 18 Sep 2026 11:15 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 11:15 WIB

SurabayaPagi, Gresik – Memaknai momentum Hari Pelanggan Nasional 2026 di bulan September ini, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) t…

Dari Gunung hingga Laut, Jejak SBY di Dunia Lukis Dipamerkan di Surabaya

Dari Gunung hingga Laut, Jejak SBY di Dunia Lukis Dipamerkan di Surabaya

Jumat, 18 Sep 2026 09:42 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 09:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-6 Republik Indonesia, kali ini hadir di Surabaya bukan melalui panggung politik maupun p…

The Fed Naikkan Suku Bunga, Dolar Menguat

The Fed Naikkan Suku Bunga, Dolar Menguat

Jumat, 18 Sep 2026 09:03 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 09:03 WIB

SURABAYAPAGI.com - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap rupiah pagi kemarin, usai Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed)…

Pokemon, akan Hadirkan Bahasa Indonesia

Pokemon, akan Hadirkan Bahasa Indonesia

Jumat, 18 Sep 2026 09:01 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 09:01 WIB

SURABAYAPAGI.com - The Pokemon Company membawa kabar menggembirakan bagi para penggemar aplikasi Pokemon Trading Card Game Pocket di Tanah Air. Mereka…

Bos Properti China, Khawatir Status Kepemilikan Tanah

Bos Properti China, Khawatir Status Kepemilikan Tanah

Jumat, 18 Sep 2026 08:58 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 08:58 WIB

SURABAYAPAGI.com - Direktur Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), H. Roberia mengatakan telah…

Bisnis Anak Muda di China yang Cuan, Buang Sampah

Bisnis Anak Muda di China yang Cuan, Buang Sampah

Jumat, 18 Sep 2026 08:56 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 08:56 WIB

SURABAYAPAGI.com - Urusan buang sampah yang sering diabaikan masyarakat kini mendatangkan cuan bagi banyak anak muda di China. Layanan ini menjelma jadi tren…