Balon Udara Muat Petasan Meledak, Polisi Cari Pemilik Balon

Reporter : Lestariyono Blitar
Petugas sisa petasan yang belum meledak. SP/Lestariono

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Sekitar pukul 18.35 pada Selasa (8/7) warga sepanjang jalan Kalimantan Kota Blitar dikejutkan suara ledakan hebat, mendapati hal tersebut polisi langsung turun tangan untuk menyelidiki suara ledakan itu.

Ternyata suara ledakan keras tersebut berada di halaman Kantor PMK (Pemadam Kebakaran) yang terletak di Jalan Kalimantan Kec Sananwetan Kota Blitar, menurut salah satu petugas PMK yang waktu itu sedang piket, bahwa ledakan yang menggema itu berasal dari sebuah balon yang melayang di atas Kantor PMK, sedang ledakan itu berasal dari petasan yang diduga ada di dalam sebuah balon yang jatuh, salah satu petasan itulah meledak dengan suara yang menggema.

Baca juga: Aniaya Istri hingga Tewas, Suami di Blitar Jadi Tersangka

"Saat kami berada di ruangan kantor tanpa diduga ada suara ledakan keras dari halaman kantor, setelah kami keluar untuk mencari asal ledakan, ternyata ledakan tersebut berasal dari petasan, dan sisa-sisa petasan tercebur ke kolam, juga  kita menemukan dua petasan lainya yang tidak meledak, jadi ada 3 petasan, yang satu meledak, yang dua mercon (petasan) tidak meledak yang akhirnya kami melaporkan ke Polsek Sananwetan," kata Supriyadi petugas piket kantor PMK.

Baca juga: Polres Blitar Gelar Apel Operasi Keselamatan Semeru 2026

Guna antisipasi dua sisa petasan oleh petugas PMK diceburkan ke kolam agar tidak meledak.

Sesaat kemudian sekitar 10 menit petugas Polsek Sananwetan datangi TKP bersama Kapolsek Sananwetan Kompol Subondo M.Sc setelah di TKP Kapolsek dan anggotanya mengamankan dua petasan, sementara balon trus terbang.

Baca juga: Sehari Kecelakaan Roda Dua, Dua Korban Meninggal Dunia di Blitar

"Kita akan menyelidiki kasus ini sekaligus mencari kepemilikan atau asal dari mana balon itu di terbangkan, sebenernya balon tersebut tidak layak di terbangkan saat saat ini, kan biasanya saat saat jelang hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha," terang Kompol Subondo. Les

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru