SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Berdasarkan catatan Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Banyuwangi peningkatan permintaan mencapai 50% di mana sejak awal Ramadan Bulog telah mendistribusikan MinyaKita sebanyak 360.000 liter. Permintaan tersebut meningkat selama Bulan Ramadhan.
Tingginya permintaan tidak akan memicu kelangkaan lantaran ketersediaan cadangan MinyaKita di gudang Bulog Banyuwangi tersedia 38.000 liter. Bahkan, Bulog Banyuwangi akan kembali menerima pasokan MinyaKita sebanyak 100.000 liter.
"Permintaan mestinya naik ya, kalau diperkirakan ya bisa sampai 50% karena sekarang saja kita sudah menggelontorkan 360.000 liter itu baru dua bulan ini ya. Belum lagi dari distributor lainnya," jelas Pimpinan Cabang Perum Bulog Banyuwangi Dwiana Puspitasari, Kamis (26/02/2026).
Lebih lanjut, di Banyuwangi distribusi dilakukan pada 108 kios dengan kapasitas bervariasi. Jumlah distribusi MinyaKita bergantung pada permintaan masing-masing kios dengan menyesuaikan kapasitas gudang dan perputaran barang (revolving). Sehingga, setiap pasar memiliki kemampuan tampung berbeda.
"Contohnya di Pasar Banyuwangi Kota kapasitasnya per minggu 50 sampai 100 karton sesuai space gudang. Di Pasar Blambangan sekitar 75 sampai 100 karton. Berbeda lagi dengan KDMP karena kapasitas gudang dan revolving-nya lebih besar," jelasnya.
Untuk mendapatkan MinyaKita dengan harga distributor, kios harus memenuhi persyaratan administrasi di antaranya harus memiliki NPWP dan Nomor Induk Berusaha (NIB). Untuk itu, pihaknya bekerjasama dengan Diskopundag untuk memfasilitasi pedagang mengurus persyaratan NIB.
Selain itu, untuk distribusi MinyaKita tersebut turut diawasi melalui sistem SIMIRAH. Setiap pengecer dan kios wajib memiliki akun dan email sehingga pemesanan serta stok dapat terpantau secara transparan melalui online. Per Januari 2026, seluruh distribusi MinyaKita yang legal melalui sinergi BUMN yakni Bulog, ID Food dan Agrinas Palma. by-02/dsy
Editor : Redaksi