SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto ungkap kerugian yang ditimbulkan akibat kasus beras oplosan . Jumlahnya hampir mencapai Rp 100 triliun. Menurut Prabowo, praktik curang tersebut sebagai bentuk kejahatan ekonomi yang luar biasa dan menikam rakyat.
Prabowo, heran masih banyak permainan-permainan curang yang dilakukan oleh pengusaha. Salah satunya, menjual beras biasa sebagai beras premium.
Baca juga: Xi Jinping: Kuda Simbol Kekuatan dan Ketekunan
"Kita akan terus tegakkan, masih banyak ada permainan-permainan jahat dari beberapa pengusaha-pengusaha yang menipu rakyat. Beras biasa dibilang beras premium harganya dinaikin seenaknya," kata Prabowo dalam sambutan di penutupan Kongres PSI, Solo, dikutip dari Youtube PSI, Senin, (21/7/2025)
Prabowo menyebut kerugian yang dialami rakyat akibat praktik curang dalam tata niaga beras tersebut mencapai Rp 100 triliun per tahun. Ia menilai praktik mafia pangan ini termasuk dalam subversi ekonomi lantaran dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat.
Ia juga telah meminta aparat penegak hukum, Kejaksaan Agung dan kepolisian untuk mengusut dan menindak pelaku mafia pangan tanpa pandang bulu.
"Ini kejahatan ekonomi yang luar biasa. Menurut saya ini sudah termasuk subversi ekonomi, menikam rakyat. Anda bisa bayangkan Rp 100 triliun kita bisa bikin apa mungkin kita hilangkan kemiskinan dalam 5 tahun dengan Rp 1.000 triliun itu," tambah Prabowo.
Pada kesempatan yang sama, Prabowo menyampaikan cadangan beras pemerintah saat ini lebih dari 4,2 juta ton. Selain itu, produksi jagung meningkat 30�n beras naik hingga 48%.
"Belum pernah dalam sejarah kita memiliki cadangan beras lebih dari 4,2 juta ton. Ini bukti ketahanan pangan kita membaik," jelasnya.
Modus Penjualan Beras Oplosan
Sumber di Mabes Polri, Senin (21/7) mengatakan Badan Reserse Kriminal (Badan Reserse Kriminal) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah memeriksa empat perusahaan produsen dan distributor beras yaitu Wilmar Group, PT Food Station Tjipinang Jaya, PT Belitang Panen Raya, dan PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group). Pemeriksaan ini tentang dugaan pelanggaran mutu dan takaran beras.
Hingga kini, sudah 26 merek ini diperiksa .
Ditemukan 10 produsen beras diduga lakukan pengoplosan, termasuk merek beras terkenal seperti Sania, Fortune, dan Raja Platinum.
Mentan menyebut ada 212 merek beras oplosan yang tidak memenuhi standar mutu, dengan kerugian mencapai nyaris Rp100 triliun.
Modus penjualan beras oplosan antara lain dengan menyatakan berat kemasan lebih besar daripada sebenarnya dan mengklaim beras biasa sebagai premium atau medium.
Ketua Satgas Pangan Polri Brigjen Helfi Assegaf menyebut 25 produsen itu telah diperiksa penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus di Gedung Bareskrim Polri pada, Selasa (15/7/2025).
"Mulai hari ini penyidik Satgas Pangan Polri melakukan pemeriksaan terhadap 25 pemilik merek beras kemasan kilogram lainnya," ujarnya saat dikonfirmasi.
10 produsen beserta merek beras yang dijual di pasaran dan diduga dioplos.
Pemerintah akan menindak tegas jika ditemukan ada pelanggaran.
Baca juga: Lima Konglomerat Temui Prabowo, Bahas Juga Kualitas Gizi
Beras Si Jempol Dihentikan
Teranyar, langkah itu diambil kilang padi Sinar Harapan yang berbasis di Deli Serdang, Sumatera Utara. Dalam sebuah pengumuman kepada para mitra pedagang, Sinar Harapan mengungkap akan menghentikan sementara produksi dan distribusi beras bermerek Si Jempol.
"Keputusan ini diambil karena kelangkaan dan kenaikan harga bahan baku yang menyebabkan biaya produksi melebihi harga eceran tertinggi. Demi mematuhi regulasi dan menjaga kerberlangsungan usaha, kami memilih untuk sementara melanjutkan produksi," tulis Sinar Harapan.
Langkah serupa sebelumnya diambil pengusaha beras di Jawa Tengah dan Jawa Timur. PB Tunggal Perkasa yang berbasis di Jember, misalnya, sudah menghentikan produksi beras bermerek Pin-Pin, Violet, dan Wippie terhitung sejak 8 Juli 2025.
10 Produsen Beras Diduga Oplosan
Bareskrim menyebutkan ada 10 produsen beras yang diduga melakukan pengoplosan yaitu:
Wilmar Grup: Sania, Sovia, Fortune dan Siip
Baca juga: Aktor Ammar Zoni Minta Amnesti ke Prabowo
PT Food Station Tjipinang Jaya: Alfamidi Setra Pulen, Beras Premium Setra Ramos, Beras Pulen Wangi, Food station, Ramos Premium, Setra Pulen, dan Setra Ramos.
PT Belitang Panen Raya: Raja Platinum dan Raja Ultima
PT Unifood Candi Indonesia dengan merek Larisst dan Leezaat.
PT Buyung Poetra Sembada Tbk: Topi Koki
PT Bintang Terang Lestari Abadi: Elephas Maximus dan Slyp Hummer
PT Sentosa Utama Lestari/Japfa Group: Ayana
PT Subur Jaya Indotama: Dua Koki dan Beras Subur Jaya
CV Bumi Jaya Sejati: Raja Udang, Kakak Adik
PT Jaya Utama Santikah: Pandan Wangi BMW Citra, Kepala Pandan Wangi dan Medium Pandan Wangi. n jk/erc/rmc
Editor : Moch Ilham