SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto, dalam kunjungan ke AS, menyempatkan diri bertemu dengan 12 konglomerat Amerika Serikat (AS), beberapa hari kemarin. Para pengusaha tersebut sebelumnya telah bekerja sama dengan Danantara Indonesia sebagai pemilik aset terbesar BUMN.
Menurut Prabowo para konglomerat AS tersebut tertarik untuk berbisnis di Indonesia. Mereka juga percaya diri melihat iklim bisnis di Indonesia yang terus membaik.
Pengusaha AS Confident
"Mereka menyampaikan mereka sangat-sangat tertarik sama Indonesia. Mereka confident (percaya diri) mereka lihat iklimnya membaik terus, mereka positif terhadap ekonomi kita," ujar Prabowo dalam keterangan persnya di AS, dikutip Minggu (22/2/2026).
Pertemuan ini menandakan langkah strategis Prabowo dalam menjajaki peluang investasi yang lebih luas untuk Indonesia, sekaligus mengkomunikasikan visi dan komitmennya terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pertemuan yang berlangsung di Washington pada Jumat, 20 Februari 2026, ini menjadi sorotan utama karena melibatkan para pemimpin perusahaan investasi global yang memiliki rekam jejak yang signifikan dalam berbagai sektor.
Para konglomerat yang hadir dalam pertemuan tersebut bukanlah nama-nama asing di dunia keuangan. Mereka mewakili perusahaan-perusahaan raksasa yang memiliki pengaruh besar dalam investasi infrastruktur, energi, teknologi, dan berbagai bidang lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan ketertarikan yang serius terhadap potensi ekonomi Indonesia dan kepercayaan terhadap arah kebijakan yang akan diambil oleh pemerintahan Prabowo Subianto. Sebelumnya, sebagian dari para pengusaha ini telah menjalin kerjasama dengan Danantara Indonesia, sebuah perusahaan yang memegang aset BUMN terbesar di Indonesia, mengindikasikan fondasi yang kuat untuk kerjasama di masa depan.
Ditemui Prabowo di Washington
Setidaknya ada 12 konglomerat AS yang ditemui Prabowo di Washington. Berdasarkan keterangan resmi Sekretariat Kabinet di Instagram, dalam pertemuan itu Prabowo membuka seluas-luasnya peluang investasi di Indonesia kepada para konglomerat.
Khususnya peluang-peluang untuk membangun sebanyak-banyaknya rantai ekonomi dan lapangan pekerjaan yang menguntungkan kepentingan dalam negeri di Indonesia.
Adapun 12 konglomerat yang ditemui Prabowo mulai dari Founding Partners Global Infrastructure Partners (GIP) Matt Harris, CEO Eldridge Industries Todd L. Boehly, Co President Head of Global Growth Equity General Atlantic Martin Escobari, dan CEO Kayne Anderson Al Rabil,
Hadir juga Managing Director Global Institute Infrastructure Kohlberg Kravis Roberts & Co (KKR) Neil R. Brown, Chairperson of the Investment Committee Levine Leichtman Capital Partners (LLCP) Michael Weinberg, dan juga Co CEO Oaktree Armen Panossian.
Kemudian, ada juga Managing Partner, Related Fund Management (RFM) Justin Metz, Co President Stonepeak Luke Taylor, COO Thrive Capital Nabil Mallick, CEO Warburg Pincus Jeffrey Perlman, CEO AllianceBernstein Seth Bernstein. n afp, erc, rmc
Editor : Moch Ilham