Program Nasional Koperasi Desa Jadi Penggerak Ekonomi Baru Jombang

surabayapagi.com
Zoom meeting peluncuran kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih secara nasional oleh Presiden Prabowo Subianto di Pendopo Kabupaten Jombang. SP/ JBG

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, memantapkan peran koperasi desa sebagai tulang punggung baru penggerak ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah menargetkan pemenuhan berbagai kebutuhan warga desa, mulai dari distribusi sembako murah, simpan pinjam, layanan kesehatan, hingga penyaluran Elpiji 3 kg dan pupuk subsidi.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari program nasional pembentukan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdeskel) yang dicanangkan pemerintah pusat. Sebanyak 306 desa dan kelurahan di Jombang, telah menyelesaikan pembentukan koperasi dengan kelengkapan legalitas. 

Baca juga: Heboh! Ayam hingga Buah di Menu MBG Jombang Disebut Tak Layak Konsumsi

“Ini bukan sekadar koperasi. Ini alat perjuangan ekonomi masyarakat desa,” ujar Bupati Jombang, Warsubi, Rabu (23/07/2025).

Baca juga: Lewat Kemitraan, Bulog Bojonegoro Komitmen Perkuat Peran KDMP

Langkah ini diharapkan mampu memutus ketergantungan masyarakat terhadap tengkulak dan pinjaman ilegal, serta memperkuat kemandirian ekonomi desa. “Ini akan jadi mesin baru penggerak ekonomi desa,” ucap Warsubi.

Baca juga: Dongkrak Produksi Pangan, Jombang Ajukan 84 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi untuk Ribuan Petani

Diketahui, koperasi yang telah berbadan hukum dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) akan segera didampingi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk percepatan operasional. Sesuai Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, seluruh koperasi desa ditargetkan aktif penuh pada 28 Oktober 2025. jb-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru