SURABAYAPAGI.com, Jombang - Dalam rangka memastikan program tepat sasaran, tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, turun langsung ke lapangan melakukan validasi data secara door to door atau dari rumah ke rumah calon siswa, untuk seleksi calon peserta program Sekolah Rakyat.
Pasalnya, validasi menjadi tahapan krusial agar program tidak salah sasaran, dengan melakukan pencocokan data calon siswa yang tertera dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan kondisi riil keluarga. Dimana, Jombang mendapat kuota 270 siswa untuk program Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026/2027.Kuota tersebut terbagi untuk tiga jenjang pendidikan, masing-masing 90 siswa di SD, SMP, dan SMA.
”Sesuai arahan Abah Bupati, hari ini kami turun ke lapangan untuk memastikan kondisi riil calon siswa. Data yang ada di DTSEN kami cocokkan dengan fakta di lapangan sehingga program ini benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sekdakab Jombang Agus Purnomo, Rabu (10/06/2026).
Dan diketahui, hingga kini, tercatat 208 calon siswa SMA, 203 SMP, dan 66 SD yang masih dalam proses verifikasi untuk memastikan kesesuaian dengan kriteria penerima manfaat. Sementara itu, untuk mekanisme seleksi tahun ini menggunakan sistem multy entry multy exit sesuai arahan Kementerian Sosial. Skema ini memungkinkan peserta tidak harus selalu berasal dari kelas awal pada tiap jenjang dengan prioritas utama program adalah anak-anak yang rentan putus sekolah.
Dan nantinya, selain desil 1 dan desil 2 dalam DTSEN, apabila ditemukan keluarga tidak mampu yang belum masuk dalam basis data, akan dilakukan ground check kembali untuk memastikan kelayakannya. ”Harapan kami, Sekolah Rakyat dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu sekaligus memutus rantai kemiskinan,” tambahnya. jb-01/dsy
Editor : Redaksi