Pemdes Jatikalang Berikan Hadiah Bagi Warga Taat Pajak

Reporter : Handoko Koresponden Sidoarjo

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Pemerintah Desa Jatikalang Kecamatan Krian memberikan  berbagai hadiah dan doorprize bagi warganya yang berprestasi dan patuh dalam membayar pajak PBB. 

Kegiatan ini digelar saat  rangkaian roadshow pelestarian wayang Gagrak Porongan memasuki babak kedua di Balai Desa Jatikalang, Sabtu (2/8).

Baca juga: Kupluk DuwurTKSK Jabon Mendapat Apresiasi Gubernur Jatim

Obral hadiah ini untuk  memberikan stimulasi warga bukan hanya patuh, yang dilakukan warga Desa Jatikalang tetapi sebagai bentuk kesadaran wajib pajak dalam membayarkan pajaknya.

Pasalnya uang-uang pajak yang diterima tersebut, lalu dikembalikan lagi ke masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur.

Penyerahan reward kepada para warga  yang patuh membayar pajak tersebut tersebut bersamaan dengan kegiatan pelestarian  budaya kesenian  wayang Gagrak Porongan bertempat di Balai Desa Jatikalang, Sabtu (2/8).

Kades Jatikalang, Riyatnoko mengapresiasi warga  dan RT / RW yang berprestasi tersebut Desa Jatikalang tersebut, karena menurutnya yang dilakukan merupakan teladan yang patut ditiru.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada warga yang patuh membayar pajak dan para RT/ RW yang telah berprestasi," tandas Riyatnoko Kades Jatikalang.

Baca juga: Puasa Pertama, Gubernur Khofifah Sidak Sembako Pasar Larangan Sidoarjo Harga Dinamis

Sementara itu dalam pertunjukan wayang Gagrak Porongan mengambil lakon ' Kreta Guntaka ' yang dimainkan oleh Ki Rochmat Hadi.

Kegiatan ini sudah menginjak tahun kedua dimana tujuannya untuk melestarikan budaya lokal, yakni wayang versi Sidoarjoan, tujuan utamanya untuk memperkenalkan dan membangkitkan kembali seni budaya khas Sidoarjo, yaitu wayang kulit gagrak porongan. 

Dalam kesempatan tersebut Sukartini, Kabid Kebudayaan Dikbud Sidoarjo menjelaskan Wayang gagrak porongan merupakan salah satu jenis wayang kulit yang berasal dari Sidoarjo, Jawa Timur. Wayang ini memiliki ciri khas tersendiri dalam cerita, gaya pertunjukan, dan desain wayang. 

Baca juga: Ingin Perubahan Lebih Baik Ainur Rofiq Daftarkan Diri Cakades Wadung Asri

"Gagrak porongan juga dikenal dengan gerak yang sigrak, patah-patah, dan penuh ekspresi. 

Pagelaran wayang kulit gagrak porongan ini diharapkan dapat meningkatkan kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap seni budaya Sidoarjo. Selain itu, pagelaran ini juga menjadi sarana untuk melestarikan kearifan lokal" ujarnya.

Lebih lanjut Sukartini juga menaparkan atas nama Pemerintah daerah Kabupaten Sidoarjo dalam hal ini Bupati Sidoarjo, H. Subandi sangat berkomitmen untuk mendorong desa-desa dan masyarakat Sidoarjo melestarikan budaya wayang kulit, termasuk wayang gagrak porongan. hdk

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru