Dukung Pusat Edukasi, Banyuwangi Usung Konsep 'Sustainable Living Experience' di Glemore

surabayapagi.com
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat berkunjung ke Skay Farm Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur. SP/ BYW

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Sebagai bentuk komitmennya mendukung tempat pusat edukasi berbagai hal tentang gaya hidup berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, mengusung konsep "one stop sustainable living experience" atau belajar hidup selaras dengan alam.

Tempat edukasi yang diberi nama Skay Farm ini Tempat edukasi yang diberi nama Skay Farm ini didirikan oleh seorang dokter spesialis orthopedi, yakni dr. Ananta Naufal bersama istrinya, dr. Anita Yuni di Kecamatan Glenmore (Banyuwangi selatan).

Baca juga: Bupati Ipuk Optimis, Momen Ramadhan Dongkrak Perekonomian Rakyat Banyuwangi

"Tempat itu sangat tepat untuk belajar, karena semua kebutuhan hidup mulai pangan, air, energi sampai pengolahan sampah di lakukan secara sustainable dan mandiri," jelas Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Minggu (10/08/2025).

Lebih lanjut, menurut Ipuk, sustainability living adalah investasi jangka panjang yang harus mulai dipraktikkan sejak sekarang guna menjawab tantangan perubahan iklim global saat ini.

Baca juga: Perkuat Status Green Card UNESCO, Pemkab Banyuwangi Siapkan Proses Revalidasi Geopark Ijen

"Bagaimana hidup yang selaras dengan alam bisa kita mulai dari lingkup rumah kita sendiri dan lingkungan sekitar," katanya.

Sementara itu, pendiri Sky Farm Banyuwangi, dr. Ananta Naufal menyampaikan bahwa Sky Farm mengusung lima konsep kemandirian, yakni mandiri pangan, energi, air, pengelolaan sampah dan mandiri serat. Sementara itu, untuk kemandirian pangan di Sky Farm itu terdapat 43 jenis tanaman, serta peternakan unggas yang dibudidaya secara organik.

Baca juga: Bentuk Kepedulian Sesama, Gerakan ASN Banyuwangi Berbagi Salurkan Paket Sembako

"Semua tanaman yang ada di tempat itu kami tanam secara alami, tidak menggunakan pestisida. Tanaman dan juga hewan ternak yang tumbuh di sini untuk kami konsumsi sendiri dan juga sebagai bahan masakan yang disajikan bagi tamu yang datang," kata Dokter Ananta.

Di lahan seluas sekitar 1,5 hektare, Ananta menggunakan sumber energi terbarukan, mulai bio gas yang berasal dari kotoran sapi yang didapat dari warga sekitar, panel surya, hingga bahan bakar alternatif yang berasal dari pirolisis plastik. by-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru