Ditarget Rampung Akhir Tahun, Rehabilitasi Alun-alun Lumajang Tak Ganggu PKL

surabayapagi.com
Para Pedagang kaki lima (PKL) yang masih berjualan di area sekeliling alun-alun Lumajang ditengah rehabilitasi. SP/ LMJ

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan program rehabilitasi Alun-Alun yang dimulai pada awal September 2025 dipastikan tidak akan mengganggu Pedagang kaki lima (PKL) tetap bisa berjualan di area tersebut.

Pasalnya, penutupan untuk rehabilitasi alun-alun tersebut hanya diberlakukan di kawasan inti yang menjadi lokasi utama pengerjaan dan memang tidak boleh mengorbankan nafkah masyarakat.

Baca juga: Tertibkan Aktivitas Jual Beli, Pemkab Tata Ulang Kawasan Wisata Kuliner Pinka

“PKL tidak perlu khawatir, mereka tetap bisa berjualan dan melayani masyarakat seperti biasa. Prinsip kami, pembangunan berjalan, ekonomi rakyat pun tetap hidup,” ujar Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang, Agus Rokhman Rozaq, Selasa (26/08/2025).

Dengan tetap beroperasinya pedagang, denyut ekonomi masyarakat dipastikan tidak berhenti, bahkan berpotensi semakin bergairah ketika wajah baru alun-alun selesai dibangun.

Baca juga: APKLI Protes, Agustus Pedagang Tak Boleh Jualan di Alun-alun Trenggalek

Agenda mingguan seperti Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) juga tetap digelar. Bedanya, kawasan inti alun-alun akan dipagari demi keamanan dan kelancaran pengerjaan, sementara aktivitas masyarakat dialihkan ke area sekitar.

Sebagai alternatif ruang, pemerintah juga menyiapkan fasilitas umum lain seperti GOR Wira Bhakti dan Stadion Semeru untuk menampung kegiatan olahraga, komunitas, maupun rekreasi warga. 

Baca juga: Dikunjungi Vinanda - Gus Qowim, PKL GOR Jayabaya : Kami Kangen Jualan di GOR

Langkah ini menunjukkan komitmen agar ruang publik tetap hidup meski tengah ada penataan besar. Dan dengan adanya rehabilitasi tersebut diharapkan dapat menjadikan wajah baru Alun-Alun Lumajang akan tampil lebih representatif, ramah bagi semua kalangan, sekaligus menjadi ikon kebersamaan kota yang akan target rampung pada Desember 2025.

“Alun-alun adalah ruang bersama, simbol kota, sekaligus pusat interaksi masyarakat. Setelah rampung, manfaatnya akan jauh lebih besar, baik untuk kenyamanan warga maupun bagi geliat ekonomi lokal,” pungkas Rozaq. lj-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru