SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur tahun 2024 mencapai angka 75,35. Capaian ini naik 0,70 poin dibandingkan tahun sebelumnya dan bahkan melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 75,02.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyebut capaian tersebut tidak lepas dari peran ajang East Java Innovative Education Summit (EJIES). Menurutnya, EJIES telah menjadi motor penggerak bagi lahirnya berbagai inovasi pendidikan di Bumi Majapahit.
Baca juga: Kupluk DuwurTKSK Jabon Mendapat Apresiasi Gubernur Jatim
“Atmosfer kompetitif yang tercipta melalui EJIES mendorong guru, siswa, dan sekolah untuk terus berlomba menciptakan inovasi yang relevan dengan perkembangan teknologi. Dunia pendidikan harus adaptif, dan EJIES menjadi wadah ideal untuk itu,” ungkap Aries (28/8/2025).Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menegaskan bahwa penyelenggaraan EJIES memberikan dampak signifikan bagi peningkatan mutu pendidikan di Jawa Timur.
Menurutnya, atmosfer kompetitif menciptakan inovasi yang berkualitas dan berdampak nyata bagi pembelajaran. "Inovasi-inovasi yang tumbuh subur di lingkungan pendidikan ini sejalan dengan perkembangan teknologi yang menuntut dunia pendidikan terus beradaptasi dan bergerak mengikuti perubahan," ujarnya.
Aries juga menyampaikan bahwa kemajuan besar yang dicapai melalui EJIES tidak mungkin terwujud tanpa dukungan penuh dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Baca juga: Puasa Pertama, Gubernur Khofifah Sidak Sembako Pasar Larangan Sidoarjo Harga Dinamis
Menurutnya, Gubernur Khofifah terus menunjukkan komitmen luar biasa dalam mengawal perkembangan dunia pendidikan, mulai dari kebijakan strategis hingga dukungan moral yang menginspirasi insan pendidikan di seluruh pelosok provinsi.
“Ibu Gubernur adalah motor penggerak utama di balik semangat inovasi ini. Beliau tanpa kenal lelah memikirkan langkah-langkah terbaik untuk memastikan pendidikan di Jawa Timur mampu memberi dampak besar terhadap peningkatan mutu, kualitas, dan prestasi guru maupun siswa,” terang Aries.
Baca juga: Sambut Ramadan, Pemprov Jatim dan Baznas Salurkan Bantuan RTLH dan Beasiswa
Selain itu Aries juga mengungkapkan bahwa EJIES telah berkembang signifikan sejak pertama kali digelar pada 2021. “Dulu kita hanya memulai dengan jumlah partisipasi terbatas, sekarang sudah mencapai 24.626 pendaftar dengan hampir 20 ribu karya inovasi. Ini pertumbuhan yang luar biasa,” ungkapnya.
Dengan keberhasilan penyelenggaraan EJIES 2025, Aries berharap, Jawa Timur semakin meneguhkan diri sebagai benchmark inovasi pendidikan nasional. “Harapannya, setiap gagasan dan karya yang lahir tidak hanya memberi manfaat bagi peserta didik dan tenaga pendidik, tetapi juga bagi masyarakat luas serta pembangunan bangsa,” pungkasnya. rko
Editor : Moch Ilham