SURABAYAPAGI.com, Malang - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat telah terjadi deflasi imbas penurunan harga sejumlah produk hortikultura yang diakibatkan jumlah ketersediaan di pasar yang mencukupi karena masa panen.
Kepala BPS Kota Malang Umar Sjarifudin mengungkap angka deflasi tersebut diketahui sebesar 0,07 persen secara month to month yang terjadi di wilayah setempat pada Agustus 2025.
Baca juga: Sediakan Tujuh Bus, Dishub Kota Malang Jadwalkan Pemberangkatan Mudik Gratis 17 Maret
"Jadi komoditas yang memengaruhi deflasi 0,07 persen, seperti tomat, cabe rawit, sawi putih," kata Kepala BPS Kota Malang Umar Sjarifudin, Selasa (02/09/2025).
Memang. pada Agustus, ada momen turunnya harga pada komoditas cabai rawit dan tomat disebabkan oleh kondisi panen raya, serta normalnya harga setelah kenaikan di bulan lalu.
Sedangkan kenaikan harga beras di Kota Malang disebabkan oleh berkurangnya stok dari produsen beras. Selain itu pergantian tahun ajaran baru yang menjadi momen bagi penyelenggara pendidikan untuk menyesuaikan tarif/ biaya.
Baca juga: Jadi Perhatian Serius Pemkot Malang, Menu MBG Berbelatung Viral di Medsos
Lebih lanjut, BPS Kota Malang menyampaikan bahwa harga tomat mengalami penurunan sebesar 58,64 persen dengan andil terhadap deflasi sebesar 0,11 persen. Selain itu, juga harga cabai rawit turun 37,93 persen dengan andil terhadap deflasi sebesar 0,10 persen dan harga sawi putih turun 27,09 persen dengan andil terhadap deflasi 0,02 persen.
Kemudian, pada Agustus 2025 telor ayam ras menjadi satu-satunya bahan pangan pokok yang tercatat mengalami penurunan harga 2,42 persen dengan andil terhadap deflasi 0,03 persen.
Baca juga: Jelang Mudik Lebaran 2026, Pemkot Malang Imbau ASN Tak Gunakan Mobil Dinas
Dengan deflasi pada Agustus, maka inflasi tahun kalender Agustus 2025 terhadap Desember 2024 (year to date) sebesar 1,37 persen. Lalu, inflasi secara tahunan pada Agustus 2025 terhadap Agustus 2024 sebesar 2,13 persen (year on year).
Deflasi secara month to month di Kota Malang yang sebesar 0,07 persen masih berada di bawah deflasi di Provinsi Jawa Timur dengan 0,10 persen dan nasional dengan 0,08 persen. terjadinya penurunan harga ini disebabkan jumlah ketersediaan di pasar yang mencukupi karena masa panen. ml-01/dsy
Editor : Desy Ayu