Menteri Haji dan Umroh itu Cucu Pendiri NU

surabayapagi.com
Raditya M Khadaffi

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Mochamad Irfan Yusuf alias Gur Irfan dan Dahnil Anzar Simanjuntak resmi mengisi kursi Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah. Keduanya akan memimpin kementerian baru yang dibentuk tahun ini.

Pengangkatan dan pelantikan Gus Irfan dan Dahnil digelar di Istana Negara, Senin sore (8/9/2025).

Baca juga: Biaya Armuzna Haji Tahun Ini Dihemat Rp180 Miliar

 Usai resmi dilantik sebagai menteri dan wakil menteri, Gus Irfan dan Dahnil akan dihadapkan dengan tugas besar untuk menyelenggarakan haji 2026 sesuai UU Haji dan Umrah baru yang disahkan dalam rapat paripurna 26 Agustus 2025 lalu.

Langkahnya ini akan menjadi yang pertama dalam sejarah perhajian Indonesia setelah sebelumnya menjadi tanggung jawab Kementerian Agama.

Kementerian Haji dan Umrah di bawah pimpinan Gus Irfan dan Dahnil juga harus siap dengan sejumlah kebijakan baru dari pemerintah Arab Saudi pada penyelenggaraan haji 2026. Hingga kini, Arab Saudi belum menetapkan besaran kuota haji setiap negara, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang langsung diumumkan usai berakhirnya musim haji.

Menurut catatan jurnalistik saya, Arab Saudi hanya minta Indonesia mempersiapkan semuanya dengan asumsi kuota yang sama seperti tahun sebelumnya.

"Nah itu yang agak menjadi perhatian kami. Biasanya hari kelima setelah Arafah kita diundang diberi kuota masing-masing, tahun ini kita diundang, tapi semua negara belum diberi kuota. Tapi ketika saya beberapa kali ketemu dari Kementerian Haji tanya berapa kuota kita, 'udahlah pakai hitungan tahun kemarin'," kata Gus Irfan kepada wartawan usai mengisi acara Silaturahmi Nasional KBIHU di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (20/8/2025).

 

***

 

Tahun 2025, kuota haji Indonesia sebesar 221.000. Kuota tersebut dialokasikan untuk jemaah reguler sebesar 203.320 dan 17.680 untuk jemaah haji khusus.

SiapacMochamad Irfan Yusuf yang dilantik menjadi Menteri Haji dan Umrah RI di Istana Negara pada Senin (8/9/2025)?.

Sosok yang disapa sebagai Gus Irfan itu menghabiskan masa pendidikan di beberapa kota di Jawa Timur. Ia merupakan cucu pendiri organisasi masyarakat, Nahdlatul Ulama (NU), Hasyim Asy'ari.

Moch Irfan Yusuf yang memiliki nama lengkap Mochamad Irfan Yusuf adalah salah satu ulama terkemuka dari Jombang, Jawa Timur sekaligus pengasuh pondok pesantren.

Ia merupakan putra dari KH Yusuf Hasyim dan cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy'ari.

Hal ini mengukuhkan dirinya sebagai bagian dari salah satu keluarga besar NU yang berpengaruh.

Gus Irfan lahir di Jombang pada 24 Juni 1962 sehingga kini usianya 63 tahun.

 Pendidikan dasarnya ditempuh di daerah asal dan ia menyelesaikan pendidikan di SMPP Jombang (sekarang SMAN 2 Jombang) pada 1981.

Setelah itu, Gus Irfan melanjutkan studi di Universitas Brawijaya, Malang, dan berhasil meraih gelar sarjana pada tahun 1985.

Baca juga: Atlet Berprestasi, Bonus dan Jaminan Hari Tuanya

Tidak berhenti di situ, ia melanjutkan studi magisternya di universitas yang sama.

Sejak 1989, Gus Irfan memegang peran penting sebagai Sekretaris Umum di Pondok Pesantren Tebuireng, pesantren yang didirikan oleh kakeknya, KH Hasyim Asy'ari.

Pengalaman panjangnya di dunia pesantren membawanya ke posisi Komisaris Utama PT BPR Tebuireng, yang diembannya selama dua dekade dari 1996 hingga 2016.

Selain itu, Gus Irfan juga memimpin Pesantren Al-Farros sejak 2006.

Tak hanya berperan di dunia pendidikan agama, Gus Irfan juga aktif dalam bidang ekonomi NU.

 

***

 

Saya menyimak, tradisi kepemimpinan di Nahdlatul Ulama (NU) bercirikan pengutamaan peran ulama sebagai pengelola, pengawas, dan pembimbing utama. Para santri dan kiai selalu menempatkan jabatan Rais 'Aam sebagai posisi tertinggi dalam struktur kepengurusan. Ini berbeda dengan organisasi politik. Proses suksesi tidak melalui pencalonan diri untuk "berebut" posisi.  Di Kementerian Haji dan umroh, Gus  Irfan, saya simak menjalankan tradisi yang khas NU, sehingga dekat dengan Prabowo, sejak sebelum menjadi presiden.

Apalagi dari garis keturunannya, Gus Irfan dikenal dekat dengan lingkungan pesantren dan keluarga besar NU, termasuk dengan almarhum Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Baca juga: Kementerian Haji Berada di Titik-titik Kritis

Dan pada Pemilu 2019 lalu, ia tercatat sebagai salah satu juru bicara pasangan Prabowo–Sandiaga. Kiprah politiknya berlanjut saat maju di Pileg 2024 dan terpilih sebagai Anggota DPR RI dari Gerindra untuk daerah pemilihan Jawa Timur VIII dengan perolehan 77 ribu suara.

Namun, ia harus mengakhiri masa jabatannya lebih cepat setelah ditunjuk Presiden Prabowo sebagai Kepala BP Haji.

Pada 22 Oktober 2024, Akhirnya, Presiden Prabowo melantik Gus Irfan sebagai Kepala Badan Penyelenggara Haji dan Umrah melalui Keppres Nomor 144/P Tahun 2024. Lembaga baru ini dibentuk untuk memisahkan urusan haji dan umrah dari Kementerian Agama agar pengelolaannya lebih fokus dan profesional.

Kini, setelah DPR mengesahkan revisi UU Nomor 8 Tahun 2019, BP Haji resmi ditransformasi menjadi Kementerian Haji dan Umrah.

Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang, secara terbuka menyebut Gus Irfan sebagai sosok yang akan memimpin kementerian tersebut.

Dengan latar belakang kuat di pesantren, pengalaman di organisasi keumatan, serta kiprahnya di dunia politik, Gus Irfan dinilai punya modal besar memimpin kementerian baru tersebut. 

Saya simak, keterpilihan cucu pendiri NU sebagai Menteri Haji dan Umroh, bagian dari tradisi suksesi kepemimpinan di NU yang tidak sama dengan suksesi kepengurusan di organisasi partai politik. Hal yang saya tahu, di NU tidak dikenal istilah mencalonkan diri untuk  ‘berebut’ posisi. 

Tradisi di NU, posisi jabatan dimanapun bukan untuk diperebutkan tapi diberikan. Semoga Gus Irfan amanah kelola penyelenggaraan haji dan umroh, kini dan mendatang.

Ya Allah, perbaikilah pemimpin-pemimpin kami. Ya Allah, berilah mereka petunjuk kepada apa yang Engkau cintai dan ridhai. Ya Allah, jadikanlah mereka rahmat bagi hamba-hamba-Mu." Aamiin. (radityakhadaffi@gmail.com)

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru