BPS Catat Angka Kemiskinan di Jember Turun 0,34 Persen, Inflasi Stabil

surabayapagi.com
Plt. Kadiskominfo Jember Regar Jeane Dealan Nangka. SP/ JBR

SURABAYAPAGI.com, Jember - Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Jember mencatat angka kemiskinan di Jember saat ini sudah turun 0,34 persen. Angka penurunan kemiskinan tersebut terjadi setelah Bupati Muhammad Fawait menjabat. 

"Saya baru saja menyelesaikan rapat dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Jember. Dan itulah hasil datanya," kata Plt. Kadiskominfo Jember Regar Jeane Dealan Nangka, Jumat (19/09/2025).

Baca juga: Per Tahun 2026, Lamongan Targetkan Penurunan Angka Kemiskinan 11,95 Persen

Lebih lanjut, pihaknya menegaskan, Bupati Fawait berhasil mengurangi angka kemiskinan pada tingkat terendah dalam sepuluh tahun terakhir.

"Data terbaru menunjukkan bahwa dalam tujuh bulan kepemimpinannya, Gus Bupati beserta tim berhasil menurunkan angka kemiskinan absolut. Dari sebelumnya sebesar 224.077 jiwa, kini menjadi 216.076 jiwa," ujarnya.

Regar menambahkan, pencapaian ini merupakan angka kemiskinan yang terendah dalam satu dekade terakhir. Tingkat kemiskinan turun secara bertahap dari 9,01 persen di tahun 2024, menjadi 8,67 persen di tahun 2025.

Baca juga: Disperindag Magetan Gelar Pasar Murah, Jaga Stabilitas Harga Pangan saat Nataru

"Ini menunjukkan adanya penurunan sebesar 0,34 persen," paparnya.

Mengenai angka inflasi, Regar menyampaikan, Kabupaten Jember masih stabil pada angka 2,06 persen. Ini lebih rendah dibandingkan dengan Provinsi Jawa Timur dan tingkat nasional.

Baca juga: BPS Catat Inflasi Kota Madiun Dipicu Kenaikan Harga Komoditas Hortikultura

"Selain itu Jember juga mengalami deflasi dalam beberapa bulan terakhir. Pada bulan Agustus 2025, deflasi tercatat sebesar 0,04 persen dan pada Juli 2025 sebesar 0,34 persen," tambahnya.

Kata Regar, hasil ini didukung oleh sejumlah usaha yang dilakukan. Diantaranya adalah pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan investasi. Contohnya program padat karya dan pemberdayaan usaha mikro kecil, kebangkitan sektor pertanian dan perkebunan, serta komoditas seperti kopi, kakao dan restorasi pasar tradisional. jr-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru